TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Jasa Kementrian BUMN, Parikesit Suprapto menjelaskan dengan adanya penambahan ruang dari Bank Mandiri, banyak investor asing yang menanyakan soal perkembangan kinerja BUMN di Tanah Air. Pertanyaan tersebut baik yang sudah IPO, atau yang belum IPO.
Rencananya semua jawaban terkait BUMN yang ada di Indonesia akan dijawab saat acara road show ke Hong Kong mendatang. Akan ada tujuh BUMN dari Indonesia yang hadir secara bersama guna melakukan one on one meeting.
"Daripada melalui securitas, kita gelar saja one on one meeting di sana Hong Kong,"ujar Parikesit, di Jakarta, Senin (27/8/2012).
Namun, Parikesit menegaskan, dalam road show tersebut tidak membuka peluang bagi asing untuk masuk lebih dalam ke BUMN.
"Karena memang privatisasi itu maximal 40 persen dengan cara jualan di pasar, dan asing atau lokal investornya, kita tidak bisa membatasi. Dan Negara tetap minimal 60 persen penguasaan saham si BUMN," kata Parikesit.
Namun demikian, lanjut dia, investor besar di Hong Kong tetap dibidik. Terutama dengan keterlibatan Perum Pegadaain dalam road show kali ini.
"Pegadaian rencana privatisasinya kan 2012, tetapi belum disetujui. Namun persiapan tetap dijalankan. Dibawa ke Hong Kong supaya saling kenal dengan investor. Soal kapan privatisasi nanti ada waktunya," kata dia.
Dia menjelaskan, acara road show ini merupakan gabungan dari beberapa ide. Pertama, katanya, memang perusahaan Tbk sudah biasa road show, ketemu investor. Kedua, BUMN kita mulai kinclong di mata dunia, terbukti dari 6 BUMN yang masuk dalam perusahaan papan atas versi Forbes.
Dan Ketiga, lanjut Parikesit, kementrian BUMN juga ingin ada aksi nyata mempromosikan budaya indonesia ke luar. "Makanya kita sepakat buat gabungan roadshow bersama yang digabung dalam ajang Indonesia Investor Day. Pertama di Hong Kong pada 29-31 Agustus nanti," kata dia.
Baca tanpa iklan