Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Parasut Katapang Bakal Melanglang Buana

SECARA saksama dan perlahan, seorang perempuan memegang kain panjang berwarna kehijauan di atas meja

Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Agung Yulianto Wibowo

TRIBUNNEWS.COM -- SECARA saksama dan perlahan, seorang perempuan memegang kain panjang berwarna kehijauan di atas meja. Kain itu dihunjami jarum mesin jahit, yang gerakannya diatur dua kaki perempuan berambut panjang tersebut. Ia mengaku, dalam satu hari, ia bisa menyelesaikan jahitan tiga sampai lima kain panjang yang terbuat dari parasut itu.

Bukan sembarang kain parasut. Namun, parasut ini merupakan parasut yang biasa digunakan para penerjun, khususnya kalangan tentara nasional Indonesia, baik angkatan darat, angkatan udara, maupun angkatan laut. Hanya ada dua pabrik parasut di Indonesia, yaitu di Kabupaten Bandung dan Tulungagung.

Kamis (30/8/2012) siang, Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, meninjau pabrik parasut PT Langit Biru Parasut di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Pabrik ini baru beroperasi sekitar dua tahun. Tidak seperti pabrik-pabrik kain lainnya, pabrik parasut ini tampak bersih baik di luar maupun di dalam ruangan. Bahkan di dalam, hamparan karpet biru melindungi kaki dari debu lantai.

Purnomo mengatakan, dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, pihaknya juga menyerahkan cetak biru industri pertahanan Indonesia. Tidak hanya peralatan utama sistem pertahanan (alutsista), tetapi juga alat-alat di luar alutsista.

"Saya juga ingin langsung melihat industri pertahanan, di antaranya PT Langit Biru. Ini termasuk industri pertahanan dan saya juga mengajak Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)," katanya seusai keliling melihat produk PT Langit Biru Parasut.

Menurut dia, perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ini begitu tepat dilakukan di Bandung. Di kota ini banyak industri alutsista dan nonalutsista, seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI), dan PT Langit Biru Parasut.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain melakukan perayaan, Menhan juga ingin melihat standar kualitas produk industri tersebut. "Nanti kalau sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah akan mendukung dan mendorong dilakukannya ekspor produk-produk ini. Sekarang untuk alutsista kan sudah ada yang diekspor, seperti ke Timor Leste dan Filipina. Kami dorong ekspor industri pertahanan," ujarnya.

Untuk produk parasut sendiri saat ini sudah dilakukan penjajakan ekspor, terutama di Asia Tenggara. Setelah mencakup Asia, pasar baru akan diperluas dengan ekspansi ke seluruh dunia. Ekspor ini rencananya baru akan dilakukan setelah peluncuran dan sertifikasi pameran-pameran produk industri pertahanan di dunia.

"Pada November nanti ada Indonesia Defense. Ini ajang untuk memperkenalkan produk industri pertahanan Indonesia, baik itu yang alutsista maupun yang nonalutsista. Ini juga sekaligus wadah untuk promosi. Untuk parasut, kualitasnya sudah bagus. Pada tahap pertama anggaran tahun ini sudah digunakan 216 unit," kata Purnomo.

Industri pertahanan bukan sekadar pemikiran untuk menciptakan senjata atau peralatan militer mutakhir. Namun pada prinsipnya, industri pertahanan mendukung perekonomian nasional karena membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan produk yang bisa bersaing dengan negara lain.

Asisten Perencanaan Kasad, Mayor Jendral TNI Dicky W Usman, mengatakan, pihaknya sedang melakukan riset untuk mencari bahan parasut antiinframerah. Bahan itu diperlukan agar tidak bisa dimonitor dari luar atau radar musuh dan ditembus cahaya inframerah. "Mudah-mudahan litbang kami punya yang terbaik," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas