TRIBUNNEWS.COM - Pengembang kawasan PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil membukukan laba sebesar Rp 422,155 miliar meningkat 151,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha sebesar Rp 155,654 miliar atau meningkat 131,7 persen.Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Minggu (7/10/2012).
Kemudian laba bersih Rp 144,156 miliar atau meningkat 136,2 persen dan laba bersih per saham 4,59 meningkat 114,7 persen. Total asset (unaudited) yang dimiliki Sentul City sampai akhir Juni 2012 adalah sebesar Rp 5.831.610 triliun atau meningkat sebasar Rp 541.227 miliar dibanding posisi sampai akhir Desember 2011 yang sebesar Rp 5.290.383 triliun.
Sementara total ekuitas (unaudited) mencapai Rp 4.739.056 triliun atau meningkat Rp 144.520 miliar dibanding posisi pada akhir Desember 2011 yang sebesar Rp 4.594.536 triliun. Sementara total liabilitas (unaudited) sebanyak Rp 1.092.555 triliun atau meningkat Rp 396.708 miliar, dibanding posisi pada akhir Desember 2011 sebesar Rp 695.847 miliar.
Wakil President Direktur Sentul City Andrian Budi Utama mengatakan, saat ini perseroan menguasai lahan seluas 3.029 hektar, serta cadangan lahan sekitar 166 hektar yang dapat dikuasai di masa mendatang.
Lahan yang telah dikembangkan 1.415 hektar, sehingga masih terdapat lahan seluas 1.614 hektar yang prospektif untuk dikembangkan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Andrian juga menjelaskan, harga jual tanah di kawasan Sentul akan terus meningkat seiring dengan membaiknya citra perseroan, dan dibangunnya fasilitas komersial dan fasilitas penunjang lainnya dalam kawasan.
Dengan beroperasinya Bogor Ring Road (BRR) menjadikan kawasan Sentul City sangat mudah diakses dan mempunyai satu kesatuan ruang dengan pusat Kota Bogor, sehingga kawasan Sentul City dapat ditempuh dari Kota Bogor hanya dalam waktu 5 menit saja. “Kemudahan akses ini mendorong perkembangan kebutuhan akan fasilitas-fasilitas komersial, rekreasi serta meningkatkan minat orang untuk memiliki rumah dan tinggal di Sentul City,” jelas Andrian .
BISNIS POPULER
Baca tanpa iklan