Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Samuel Aset Manajemen atau SAM Manajeman mempunyai dua produk unggulan untuk reksadana pilihan. Kedua reksadana itu adalah reksadana saham (SAM Indonesia Equity Fund) dan reksadana campuran syariah (SAM Syariah Berimbang).
Simon, Marketing institusi SAM Manajemen, menjelaskan, dua produk itu memiliki keunggulan return tertinggi di antara produk SAM lainnya. "Return per tahun untuk SAM Syariah Berimbang sekitar 19.53 persen dan saham sebesar 27.53 persen," katanya di JCC, Jakarta (07/10/2012).
Ia menyatakan, pertumbuhan SAM Indonesia Equity Fund diatas diatas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 11.53 persen dan pertumbuhan SAM Syariah Berimbang diatas pertumbuhan Jakarta Islamic Index sebesar 11.88 persen.
Kedua produk itu menjadi produk favorit SAM Manajeman karena imbal hasilnya yang tinggi. Namun, ia menyarankan agar keputusan pembelian reksadana tergantung kepada kebutuhan investor. "Kalau agresif ambil reksadana saham dan kalau konservatif ambil reksadana tertutup," katanya. "Namun yieldnya kecil,".
Ia mengatakan bahwa porsi SAM Indonesia Equity Fund mencapai 87.4 persen dari profiolio reksadana saham. Sedangkan profil saham di SAM Syariah Berimbang mencapai 53.2 persen, sedangkan sisanya di pasar uang dan obligasi. "Pasar uang sebesar 32.3 persen dan obligasi sebesar 14.5 persen," ujarnya.
Dalam pantauan Tribun di data yang ada tampak bahwa semenjak peluncuran pada 10 februari 2010 tampak bahwa SAM Syariah Berimbang mencapai titik terendah mencapai 3 persen pada bulan Mei 2010. Dan mulai naik pada april 2012 dengan 50 persen. Pergerakan reksadana syariah baru moncer pada awal tahun ini.
Sedangkan SAM Indonesia Equity Fund mengalami titik terendah pada 2 persen di november 2011. Varian reksadana saham ini memiliki kenaikan yield tertinggi 35 persen pada september 2012. SAM Indonesia Equity Fund mulai diluncurkan pada 18 Oktober 2011.
Sebagai informasi, SAM akan memberikan info terhadap investor selama tiga bulan sekali. Sedangkan dana top upnya dimulai dari seharga Rp 250 ribu. Adapaun yang menjadi bank kustodian adalah Deutsch Bank.(*)
BACA JUGA:
- utama Karya Terima Proyek Senilai Rp 10,14 Triliun
- Harga Emas Antam Turun Rp 4.000/Gram
- BNI Gelontorkan Kredit Rp 3,95 Triliun untuk Hutama Karya
Baca tanpa iklan