Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja emiten di kuartal III 2012, masih menjadi penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (25/10/2012). Setelah tertutup pada posisi menaik tipis pada perdagangan kemarin (24/10/2012)diharapkan indeks akan mengalami penguatan secara terbatas.
Etta Rusdiana. Analis Kresna Securities memperkirakan bahwa
memburuknya ekonomi global diperkirakan masih akan menjadi sentimen negatif yang menahan penguatan IHSG, terutama jika data penjualan rumah baru AS dan penjualan durable goods juga berada di bawah ekspektasi pasar (estimasi +3,2% MoM dan +7,5% MoM).
"Karena ketidakpastian itu, Untuk itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di kisaran 4.290-4.360 pada hari ini (25/10)," katanya di Jakarta (25/10/2012).
Laporan keuangan beberapa bank besar di Indonesia, seperti BBNI, BBTN, BDMN, dan BTPN yang masih sesuai dengan harapan pasar, diharapkan mampu menjadi penahan tekanan jual di tengah memburuknya kinerja perusahaan-perusahaan multinasional serta berlarutnya krisis Eropa (terutama setelah data ekonomi Eropa kembali di bawah ekspektasi).
Penurunan di Uni Eropa masih menjadi permasalahan bagi penurunan indeks. Seperti diketahui, data terbaru menunjukkan bahwa indeks manufaktur di Uni Eropa, termasuk Jerman, kembali mengalami kontraksi: tercatat di level 45,3 dan 45,7 pada Oktober 2012, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 46,5 dan 48,0.
Sementara itu, Reza Priyambada, Analis Trust Securities, mengatakan bahwa pada perdagangan Kamis (25/10)diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.310-4.325 dan resistance 4.344-4.352.
Ia memperkirakan bahwa pergerakan diperkirakan masih akan bervariatif cenderung mencoba menguat dengan memfaktorkan berkurangnya volume transaksi jelang libur panjang di akhir pekan dan rilis berita-berita positif akan kinerja emiten domestik.
Apalagi ketika pergerakan positif bursa saham Hong Kong yang mulai bergerak positif sehingga memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG.
Namun ia kembali mengingatkan terhadap pentingnya Sentimen positif dari rilis laporan kinerja emiten domestik yang masih dapat bertumbuh positif menjadi perhatian pelaku pasar sehingga aksi beli masih mendominasi perdagangan.
Analisis teknisnya adalah, RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali reversal menuju area overbought. "Diharapkan dengan terbentuknya spinning yang lebih rendah dari candle sebelumnya memberikan peluang IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau," katanya.
Ia juga mengatakan pergerakan emiten-emiten yang memiliki kinerja baik. "Coba cermati ASII, TLKM, BMRI, BBTN, SSIA, PGAS, & SMGR," katanya.
Baca tanpa iklan