News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

2013, VIVA Mau Terjun ke Bisnis TV Berbayar

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo TV One

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), pengelola stasiun Televisi ANTV dan TV One serta portal Vivanews.com, berencana melebarkan sayap linis bisnisnya dengan merambah layanan Pay TV (Televisi Berbayar).

Erick Thohir, President Direktur, PT. Visi Media Asia Tbk (VIVA), mengatakan, layanan Pay TV akan ditujukan untuk memperbesar  layanan penetrasi untuk Pay TV yang masih kecil jika dibandingkan dengan yang lainnya.

"Penetrasi Pay TV masih 3 juta penonton, masih kecil  jika dibandingkan dengan TV Free To Air yang sudah mencapai 40 juta penonton," katanya di kantornya Jakarta, (30/10/2012).

Ia mengatakan proyek Pay TV akan dimulai pada 2013 dengan asumsi dana sebanyak 150 Juta dollar AS. 

Dana untuk Pay TV dipenuhi melalui kas internal dan refinancing melalui perbankan dengan perbandingan sebesar 75 juta dollar untuk perbankan dan 75 juta dollar untuk kas internal. 75 Juta dollar AS untuk infrastruktur dan sisanya untuk channel baru.

Nantinya Pay TV akan fokus kepada layanan sepak bola melalui channel Sport 1 dan terdiri dari Indonesian Super League dan FIFA World Cup 2014 yang hak patentnya sudah dibeli oleh VIVA.

Ia juga mengatakan akan ada perbedaan diantara keduanya namun ia tidak bisa menyebutkan rincian perbedaannya dalam Pay TV dan TV Free To air karena diantaranya terdapat kontent yang berbeda-beda.

"Kan masih ada 350 pertandingan liga ISL yang belum ditayangkan dan kita bisa tayangkan sampai sejauh ini, mengenai FIFA kita belum bisa jelaskan lebih lanjut" katanya.

Thohir berharap, pada 3 tahun mendatang pendapatan lini bisnis Pay TVnya akan membiru. Namun, ia belum mau mengatakan mengenai moment  bisnis terbarunya itu akan mengalami balik modal."Tentunya awalnya akan rugi namun saya belum bisa pastikan kapan bisa balik modal," katanya.(*)

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini