News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengembangan Arsitektur Dapat Meningkatkan Sektor Pariwisata

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bangunan-bangunan di kawasan Kota Tua, Jakarta, menjadi objek pariwisata.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu menyatakan pentingnya peran arsitektur dalam berbagai aspek kehidupan. Selain menjadi bukti untuk menelusuri perjalanan sejarah dan modal pengembangan karakter bangsa, karya arsitektur juga melambangkan kreativitas yang merupakan suatu perpaduan dari seni, budaya, dan teknologi.

“Kemenparekraf akan mendorong upaya pelestarian bangunan bersejarah, termasuk menjaga langgam arsitektur tradisional, kearifan lokal dan cara hidup masyarakat di masa lampau,"ujar Mari Elka Pangestu dalam siaran persnya, Selasa (30/10/2012).

Kemenparekraf rencananya akan mengedepankan pendekatan fisik dan nonfisik dalam bidang arsitektur. Untuk pendekatan fisik misalnya membuat disain yang  kontemporer dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional,  penggunaan material lokal, perencanaan dan disain. Sementara untuk nonfisik  melalui penciptaan even dan merumuskan kebijakan ruang publik

Mari Pangestu menambahkan, dengan meningkatnya jumlah kelas menengah khususnya di Indonesia, kebutuhan untuk berwisata, berekreasi, dan menghasilkan suatu karya kreatif telah menjadi sebuah gaya hidup.  Melalui perencanaan dan disain yang baik, karya arsitektur dapat mengukuhkan suatu lokasi menjadi daya tarik wisata.

Kemenparekraf akan mengembangkan 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan beberapa zona kreatif. Ide kreatif dari para arsitek diharapkan mampu mengangkat tempat-tempat tersebut menjadi daya tarik wisata yang berdaya saing internasional.

“Kemenparekraf menargetkan 10 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia pada 2014. Untuk wisatawan nusantara targetnya adalah 255 juta perjalanan dengan pengeluaran Rp191,5 triliun,"ungkap kata Mari Elka Pangestu. (*)

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini