News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kemenpera Bantu 395 Korban Konflik Sosial di Lampung Selatan

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebanyak 1400 pengungsi yang tersisa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandar Lampung akhirnya dipulangkan kembali ke desa mereka di Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan, Senin (5/11/2012). Para pengungsi telah disediakan tenda untuk berteduh di sela-sela melakukan aktifitas membersihkan puing-puing di rumah mereka yang hancur dan terbakar. Selain itu pemerintah daerah Lampung Selatan juga masih memberikan makan berupa nasi bungkus kepada warga Desa Balinuraga. TRIBUN LAMPUNG/PERDIANSYAH

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Deputi Perumahan Swadaya memberikan bantuan perumahan kepada sekitar 395 warga yang menjadi korban konflik sosial di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Lampung Selatan.

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang diberikan oleh Kemenpera kepada masing-masing korban konflik sosial di Lampung Selatan tersebut sebesar Rp 11 juta per unit rumah.

"Kemenpera melalui program BSPS akan membantu sekitar 395 warga korban konflik di Lampung Selatan. Jumlah bantuan yang diberikan kepada masing-masing warga sekitar Rp 11 juta untuk membangun rumahnya yang mengalami kerusakan," ujar Deputi Menteri Bidang Perumahan Swadaya Jamil Ansari dalam siaran persnya, Senin (19/11/2012).

Jamil Ansari menjelaskan, Kemenpera telah membuat Surat Keputusan (SK) terkait penerima bantuan BSPS tersebut. Jumlah bantuan yang di berikan Kemenpera di Desa Balinuraga sebanyak 299 unit rumah dan di Desa Sidereno 96 unit rumah.

Bantuan perumahan tersebut, imbuhnya, akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan disalurkan melalui Bank BRI dengan pembuatan 186 buku tabungan untuk pembangunan perumahan.

Sedangkan untuk tahap kedua rencananya akan diberikan pada masyarakat pada tanggal 21 November mendatang. Kemenpera juga terus berusaha mengupayakan mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban konflik.

"Jumlah buku tabungan untuk program BSPS yang telah dicetak BRI sebanyak 186 warga yang berisi tabungan Rp 11 juta. Sisanya menunggu adanya KTP warga yang sebagian besar terbakar saat konflik terjadi. Kami targetkan hari Senin sudah selesai semua," katanya.

Lebih lanjut Jamil Ansari mengingatkan, meskipun warga sudah menerima dana BSPS Kemenpera di rekening masing-masing namun proses pencairannya tetap harus dilaksanakan secara bertahap.

Tahap pertama bisa dicairkan separuhnya yakni Rp 5,5 juta. Apabila proses pembangunan sudah berjalan, maka sisa dananya bisa ditarik oleh warga dengan persetujuan SKPD bidang perumahan yang mengawasi proses pembangunan di daerah tersebut.(*)

BACA JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini