News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tiap Tahun BPOM Bebaskan 4.500 Kantin SD dari Makanan Berbahaya

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Awasi dan pantau anak-anak sekolah dari jajanan tak sehat dan mengandung racun kimia mulai dari unsur penyedap, pewarna, pemanis dan pengawet berbahaya.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tiap tahun menargetkan 4.500 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia bebas dari jajanan yang mengandung bahan berbahaya.

Menurut Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM, Halim Nababan, SD merupakan masa dimana anak rentan akan jajanan berbahaya.

"Kalau anak SD kan sudah dapat uang jajan sendiri, namun dia belum dapat menentukan mana jajanan yang sehat bagi dirinya," kata Halim Nababan di kantornya, Selasa (20/11/2012).

Untuk mengurangi risiko anak-anak SD di Indonesia BPOM memiliki program 'Gerakan Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah'. Dalam program ini BPOM mengintervensi kantin sekolah di Indonesia untuk bebas jajanan bahan berbahaya. Yaitu dengan penyuluhan terhadap pedagang yang ada di kantin sekolah.

"Selain itu kami juga menyediakan mobil laboratorium yang langsung memeriksa setiap jajanan yang ada di SD. Empat kali dalam setahun mobil itu mendatangi SD di indoensia," ujar Halim Nababan.

Halim mengatakan, keberhasilan Aksi Nasional PJAS memerlukan komitmen dan kontribusi nyata seluruh pemangku kepentingan di pusat maupun daerah. "Hingga tahun 2014 kami targetkan 18.000 SD bebas jajanan dengan bahan makanan berbahaya," ujar Halim. (*)

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini