News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Black Friday Cermati Emiten Jasa Marga

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Datangnya momentum yang dikenal dengan Black Friday atau holiday shopping season di bulan Desember di Amerika Serikat diyakini selalu memberikan dampak pada pergerakan indeks.

Ini pula yang telah mendorong indeks emiten berbasis ritel mencatat kenaikan 4,7 persen. Meskipun dari sisi aktivitas belanja, nilai penjualan secara total mengalami penurunan sebesar 1,8 persen menjadi 11,2 miliar dolar AS, namun tingkat pengunjung toko, outlet dan mal yang mengalami kenaikan sebesar 3.5 persen.

Analis BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi dalam pemaparan riset hariannya, Senin (26/11) di Medan mengatakan pasar Asia Pasifik, hampir seluruh bursa mengalami penguatan kecuali indeks negara Malaysia dan India.  

"Data update makro terkini yang akan dicermati oleh investor antara lain industrial profits dan leading index. Dari negara jepang, perkiraan penjualan ritel yang naik juga akan menjadi fokus perhatian pelaku pasar,"ujar  Akhmad.   

Sementara analis Danareksa, Puji Anugerahwati memaparkan analisanya mengenai emiten dalam negeri yang layak dicermati oleh para investor.  Yang pertama adalah, emiten AISA yang menargetkan pendapatan Rp 5,25 triliun pada tahun depan, melalui akuisisi perusahaan pengolahan dan distribusi makanan.  

Perseroan menargetkan penjualan divisi pengolahan makanan sebesar Rp2,03 triliun dan divisi pengolahan dan distribusi beras sebesar Rp2,99 dan sisanya akan berasal dari divisi perkebunan dan CPO.  "Perseroan berencana mengakuisisi perusahaan bihun dan spageti asal Singapura, Chye Choon Foods pada tahun depan dengan nilai investasi sekitar 5 juta dolar AS," kata Puji.

Yang kedua, adalah Jasa Marga (JSMR) yang menargetkan pertumbuhan bisnis tahun depan didorong oleh pengoperasian jalan tol baru. Perusahaan menargetkan pendapatan Rp 6,5 triliun tahun depan, naik 20 persen dari target tahun ini sebesar Rp 5,4 triliun.  

Selain itu, perseroan akan mengalokasikan capex sebesar Rp 6 triliun tahun depan untuk mendukung proyek jalan tol baru. Selain mengembangkan proyek yang ada saat ini, perseroan sedang dalam proses mendapatkan 2 hak konsesi jalan tol. (ers)

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
 


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini