News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tahun Depan Harga Rokok Wismilak Naik 10-25 Persen

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

logo pada rokok wismilak

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Cukai Rokok dan kenaikan listrik pada tahun depan sudah diperhitungkan Wismilak, salah satu produsen Rokok di Jawa Timur.

Surjanto Yasaputera, Corporate Secretary, PT Wismilak Inti Makmur Tbk, menyatakan akan menaikan harga rokok Wismilak pada tahun depan di kisaran 10-25 persen.

Kenaikan itu akan terjadi di semua lini produk perseroan. Yaitu diplomat, Galant dan Wismilak Mild. Namun kenaikan tertinggi adalah di Wismilak Mild yang baru saja diluncurkan pada September tahun ini.

Namun ia berani bertaruh, kenaikan ini tidak akan berpengaruh terhadap kinerja perseroan di tahun mendatang.

"Kami sudah memperkirakan kenaikan cukai rokok sebanyak 10 persen sehingga kenaikan tarif cukai rokok yang sebesar 5-7 persen tidak akan menurunkan pendapatan kami," katanya di Jakarta, (07/12/2012).  

Ia pun tetap optimistis pertumbuhan pendapatan tahun depan akan naik sebesar 40 persen dari target pendapatan perseroan pada tahun ini sebesar Rp 1,1 trilliun.

Sebagai tambahan, untuk mencapai pertumbuhan pendapatan sebanyak 40 persen, perseroan akan mendatangkan mesin baru untuk memperluas kapasitas produksi tembakau menjadi 3,6 miliar batang tembakau.

Dengan kapasitas ini, maka produksi rokok akan berjumlah sebanyak satu persen dari market share tembakau secara nasional sebanyak 300 miliar batang tembakau.  
Sedangkan penjualan masih berpusat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah, sedangkan sisanya di kalimantan dan sisanya merata di daerah lainnya.

"Sekitar 50 persen penjualan masih berpusat di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan sedangkan sisanya masih akan merata di daerah lainnya," katanya.

Perseroan juga tidak akan menambah pabrik baru. Menurutnya ketiga pabrik yang dua diantaranya terletak di Surabaya dan satunya di Bojonegoro sudah cukup untuk memenuhi permintaan industri rokok yang tumbuh sebesar 4-6 persen per tahunnya.(*)

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini