News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Kembali Menguat

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Uang dollar Amerika Serikat baru di Cash Center Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (4/1/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemarin, rupiah menguat 2,34 persen dibandingkan penutupan Jumat (11/1) ke 9.635 di pasar spot. Namun, di kurs tengah BI, dollar Amerika Serikat (AS) justru menguat 0,1 persen ke 9.670.

Analis Divisi Tresuri BNI, Raditya Aribowo, mengungkapkan, penguatan rupiah ditopang membaiknya ekonomi global yang mendorong minat pasar terhadap aset berisiko. Dollar AS juga tertekan karena kenaikan defisit neraca perdagangan AS menjadi 48,7 miliar dollar AS. "Membaiknya ekonomi global serta buruknya kinerja ekspor AS menjadi faktor penopang nilai tukar rupiah di pasar spot," kata Raditya seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures menambahkan, penguatan rupiah juga ditopang pernyataan Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah di kisaran 9.300-9.700. "Pelemahan perlu untuk memaksimalkan pendapatan ekspor, tapi pernyataan ini menyiratkan bahwa pergerakan rupiah akan dijaga agar tidak jatuh lebih dalam," kata Albertus.

Raditya dan Albertus memprediksi, rupiah cenderung menguat terbatas. Raditya memprediksi rupiah bergerak di 9.630-9.890, hari ini. Albertus menduga, rupiah akan bergerak di 9.565-9.765.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini