News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Benahi 138 Pelabuhan

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ratusan penumpang yang tiba dari Kota Sabang turun dari KMP BRR di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (13/1/2013). Membludaknya penumpang dari Sabang-Banda Aceh dan sebaliknya akibat dua kapal cepat tidak beroperasi setelah mengalami kerusakan. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp 5 triliun untuk merampungkan rehabilitasi dan pembangunan 138 pelabuhan di seluruh Indonesia. Proyek 138 pelabuhan itu merupakan proyek multiyears periode 2009 - 2012.

"Penyelesaiannya diharapkan rampung tahun ini," ujar Plt Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhammad, seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN akhir pekan lalu.

Rencana proyek 138 pelabuhan tadi termasuk penyelesaian lima pelabuhan sebagai dermaga kapal pesiar. Pelabuhan itu adalah Benoa (Denpasar),Tanjung Perak (Surabaya), Tanjung Mas (Semarang), Belawan (Medan), dan Soekarno-Hatta (Makassar).

Kemhub perlu menata lima pelabuhan itu demi mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan ke Indonesia melalui kapal pesiar. Penataan fokus pada perbaikan kawasan terminal, akses jalan, serta kesiapan transportasi.

Pembenahan yang dilakukan adalah pendalaman air laut di dermaga, jalur pelayaran, sarana bantu navigasi, serta pemecah gelombang sehingga memungkinkan kapal pesiar bisa bersandar. ”Pelabuhan Benoa menjadi prioritas dan pada April 2013 sudah bisa digunakan untuk bersandar kapal pesiar ukuran besar,” ungkap Leon.

Iwan Sabatini, General Manager PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Benoa, sebagai operator pelabuhan, mengatakan Bali akan semakin banyak didatangi kapal pesiar. "Untuk 2013 sudah terdaftar 30 kapal pesiar dengan perkiraan penumpang 42.000 wisatawan mancanegara," tutur Iwan.

Setiap penumpang kapal pesiar rata-rata membelanjakan US$ 100 per orang, sedangkan untuk kru kapal US$ 60. Apabila kapal pesiar menurunkan penumpang wisata sebanyak 800 orang dan 300 kru, "Maka uang yang mengalir sekitar Rp 942 juta," ungkap Iwan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini