TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Timika dipastikan akan segera dibangun.
Pembangkit listrik berkapasitas 4x7 Mega Watt (MW) diprediksi bisa melayani pasokan listrik masyarakat yang berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Kepastikan tersebut muncul setelah penandatanganan kontrak pembangunan PLTU Timika 4x7 MW antara Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Didi Hasan Putra
"Kerja sama ini menjadikan PLTU Timika nantinya menjadi salah satu PLTU yang akan banyak menggunakan produk lokal,” ujar Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Jumat (8/3/2013).
Nur Pamudji berharap, setelah penandatanganan kontrak ini, PT Rekadaya Elektrika dapat segera melanjutkan proses pembangunan PLTU Timika dan menyelesaikannya dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Jika tahapan konstruksi unit 1 PLTU Timika diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu 19 bulan atau akhir 2014, maka PLN menantang PT Rekadaya Elektrika untuk bisa lebih cepat selesai sebelum 19 bulan. "Kami berharap agar PT Rekadaya Elektrika dapat segera melakukan tahapan pembangunan PLTU Timika," ungkap Nur Pamudji.
PLTU Timika merupakan PLTU Merah Putih, karena selain dikerjakan oleh putera-puteri terbaik Indonesia, juga karena material utama yang digunakan untuk membangun PLTU ini banyak memanfaatkan produk-produk yang diproduksi di dalam negeri.
Untuk material Turbin yang digunakan di PLTU Timika diproduksi oleh PT Siemen Industrial Power yang berlokasi di Bandung.
Baca tanpa iklan