News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jabar Segera Miliki Industri Pakan Ternak

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang memilih daging ayam di los daging Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2012). Daging ayam menjadi pilihan alternatif warga untuk sajian lebaran selain daging sapi yang harganya mendekati Rp 100 ribu. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Untuk mengendalikan tingginya harga jual daging ayam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar akan segera mendirikan dan mengoperasikan industri pakan ternak.

"Ini salah satu upaya pengendalian harga, tidak hanya pakan, tapi juga daging ayam," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Ferry Sofwan Arief, kepada Tribun, Selasa (16/4).

Saat ini Dinas Indag terus mengkaji, membahas, dan menggodok rencana tersebut. Terlebih, Pemprov Jabar sudah menerbitkan Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pakan ternak. "Tugas-tugasnya pun sudah ada pengaturannya. Jadi, kami harap rencana ini dapat segera terealisasi," kata Ferry.

Rencananya, PT Agro Jabar, selaku lembaga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), menjadi pihak yang menangani pengoperasian industri pakan ternak tersebut. Nantinya, kata Ferry, terdapat badan atau divisi yang khusus menangani hal tersebut.

Selama ini pakan ternak di Jabar dikuasai para pemodal raksasa. Bahkan, pemodal asing pun turut menggeluti industri pakan ternak. "Harapannya, PT Agro Jabar dapat berperan sebagai balancing harga pakan ternak. Selama ini, industri besar lah yang mengatur harga pakan ternak," ujar Ferry.

Pakan berpengaruh pada harga daging ayam. Seandainya harga pakan naik, harga jual daging ayam pun meningkat. Kondisi itu menyebabkan keluhan, mulai dari peternak, pedagang, sampai bandar ayam. (win)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini