News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jalur KA Kedungjati-Tuntang Beroperasi 2015

Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana mengaktifkan kembali jalur kereta api Kedungjati-Tuntang. Kabarnya, rute yang sudah lama tidak beroperasi tersebut akan segera direaktivasi pada 2015.

Prasetyo Kentjono, Kabid Perkeretaapian dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Jawa Tengah, mengatakan jalur sepanjang 32 kilometer tersebut nantinya akan menghubungkan secara bertahap lintas Kedungjati-Tuntang-Ambarawa-Secang-Magelang-Yogyakarta. Sehingga bagi masyarakat yang ingin ke Yogyakarta, tidak perlu memutar ke Solo.

"Jadi langsung lewat jalur tengah, bisa kontak dengan Magelang. Ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas yang ada di jalur tengah, yaitu jalan raya Yogya, Magelang, Bawean, dan Semarang," ujar Prasetyo kepada Tribunnews, seusai acara roundtable discussion "Revitalisasi Jalur Kereta Api Lintas Non Operasi", Selasa (30/4/2013).

Saat ini, proses reaktivasi berada dalam tahap Detail Engineering Design (DED), disusul dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga institusi, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dan PT KAI.

Selanjutnya, akan ada pakta kerja sama yang kemungkinan besar berlangsung pada akhir Mei 2013. Di dalam PKS tertuang bagian dan tugas masing-masing institusi. PT KAI sebagai operator dan penyedia kereta, Dirjen Perkeretaapian mengerjakan infrastruktur, dan pihak Dishubkominfo Jawa Tengah akan melakukan DED dan membantu masalah tanah (penertiban lahan). Penertiban lahan ini bertujuan untuk menyesuaikan lengkung kereta api.

"Pembebasan lahan itu ada pembebasan lahan sedikit dan penertiban. Ada uang penertiban atau uang pindah, nilainya lain dengan pembebasan lahan," lanjut Prasetyo.

Menurut Prasetyo, pengerjaan fisik reaktivasi jalur Kedungjati-Tuntang akan dimulai pada 2014 dan siap beroperasi pada 2015. Biaya reaktivasi jalur ini akan memakan dana Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Dana bersumber dari APBN, APBD, dan PT KAI. Kereta yang akan beroperasi merupakan kereta ekonomi, sedangkan untuk jumlah perjalanan akan dilihat dari permintaan masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini