News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Olah Buah Mangrove Jadi Sirup

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pencari ikan berjalan di antara bibit tanaman mangrove yang akan digunakan pada launching program restorasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pesisir Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Selasa (19/3). Selain peningkatan ekonomi masyarakat dan pengurangan resiko bencana tsunami, penanaman mangrove seluas 5.000 hektare yang tersebar di 39 desa di pesisir Aceh ini, bisa berkontribusi mengurangi dampak emisi gas rumah kaca secara global melalui penyerapan 2.323.500 ton CO2. SERAMBI/M ANSHAR

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Pohon mangrove yang selama ini dimanfaatkan sebagai kayu arang, ternyata memiliki potensi luar biasa.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, buah pohon mangrove dimanfaatkan sebagai bahan baku sirup. Sirup ini mengandung kadar natrium tinggi. Zat tersebut berguna mengembalikan kebugaran tubuh.

"Selama ini, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah membuat buah mangrove itu menjadi sirup. Namun masih diproduksi dengan cara sederhana dan dikonsumsi terbatas " ujar Jajang Suherlan, Direktur Utama PT Sumatera Riang Lestari (SRL), saat berkunjung ke kantor Tribun Pekanbaru, Rabu (22/5/2013).

Melihat potensi itu, kata Jajang, PT SRL bersama Dekranasda Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk memproduksi sirup secara tertata. Mengemas dalam produk yang layak jual, serta memasarkan secara luas.

"Selain memberikan keuntungan ekonomis, mengolah buah mangrove menjadi sirup juga bagian dari kampanye pelestarian lingkungan. Masyarakat secara bertahap kita ajak untuk menghentikan penebangan pohon mangrove untuk dijadikan kayu arang," katanya.

Jajang yang didampingi Direktur Utama PT Sumatera Sylva Lestari (SSL) Syamsul Bahri, Community Development Head Deni Julius dan Public Relation Abdul Hadi juga menjelaskan, sirup dengan mereka mangrove lestari itu diluncurkan oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir secara komersial di Selat Panjang, Selasa (21/5) lalu.

"Untuk tahap awal, sirup ini menjadi cinderamata bagi tamu-tamu pemerintah yang berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita berharap, satu saat nanti, sirup ini menjadi produk minuman yang menjadi ikon Riau," tambahnya.

Deni Julius, Community Development Head, menyebutkan PT SRL sendiri sudah melakukan upaya konservasi dan pengembangan potensi Mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti sejak 2010 silam. Bersama-sama dengan Persatuan Masyarakat Peduli Konservasi Hutan Mangrove (PMPKHM) bersama Himpunan Pertanian Terpadu (HPT), PT SRL telah melakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 30.000 batang di Desa Repan dan Desa Bokor.

"Dengan berkembangnya pohon mangrove, kita harapkan sumber bahan baku sirup ini juga tersedia sebanyaknya-banyaknya," sebutnya.

Bila PT SRL mengembangkan sirup mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti, PT SSL membina masyarakat Desa Pasir Intan dan Pasir Jaya, Kabupaten Rokan Hulu beternak lebah. Pembinaan yang mulai dilakukan sejak Mei 2012 itu, saat ini sudah mampu memproduksi 20-50 liter madu per bulan.

"Madu yang diproduksi oleh petani madu tersebut selalu habis diserap oleh pasar," sebut Syamsul Bahri

Syamsul menyebutkan, saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi petani madu di dua desa tersebut. "Sehingga, potensi ini betul-betul memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat," pungkasnya. (nal)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini