News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Tinggi, Penjualan Daging Anjlok 50 Persen

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang memotong daging sapi di los daging Pasar Klender Jakarta Timur, Senin (8/4/2013). Pemerintah tahun ini menetapkan kuota impor daging sapi beku 32 ribu ton dengan rincian 19.400 ton untuk industri pengolahan dan 12.600 ton untuk horeka. Berbeda dengan sapi bakalan, izin impor daging beku diterbitkan untuk satu tahun TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sejak beberapa bulan terakhir, harga jual berbagai komoditas tergolong tinggi, satu di antaranya adalah daging sapi.

Kemungkinan besar, harga jual komoditas itu kembali meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2013. Kemungkinan itu dapat terjadi mengingat selain tingginya kebutuhan, juga adanya rencana pemerintah untuk memberlakukan kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Harga daging sapi terus naik. Sekarang, sekitar Rp 90-95 ribu per kilo gram," kata Maryani, pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, kepada Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, yang melakukan inspeksi dan pengecekan harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Jalan A Yani Bandung, Kamis (23/5).

Wanita berkerudung itu mengatakan, akibat tingginya harga, volume penjualan pun merosot cukup tajam. Menurutnya, penjualan turun sekitar 50 persen. "Biasanya, rata-rata penjualan daging setara 1 ekor sapi. Sekarang mungkin setengahnya," ucap Maryani.

Kondisi tersebut, tuturnya, juga memberatkan pedagang. Itu terlihat pada banyaknya pedagang daging di Pasar Kosambi yang gulung tikar. Dia memperkirakan, sekitar 50 persen pedagang tidak lagi berjualan karena harga jual daging yang tinggi.(win)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini