News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

UMKM di Jatim Capai 6,8 Juta

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Berbagai produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin yang memiliki potensi bisnis di pamerkan pada Inacraft 2013 di JCC Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2013). Tahun ini, sekitar 1.600 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir dari 33 provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menempati 1.218 stan ikut serta pada pameran yang mengambil tema sentral from smart village to global market. Inacraft 2013 dimaksudkan untuk memfasilitasi produk kerajinan Indonesia naik ke level internasional. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur, berdasarkan survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim hingga akhir 2012, mencapai tak kurang dari 6,8 juta UMKM.

Jumlah itu sekitar 50 persen lebih banyak ketimbang jumlah UMKM berdasarkan survey hingga tahun 2006 yang juga dilakukan BPS Jatim, yang mencapai angka 4,2 juta UMKM.

Fakta tersebut mengemuka dalam seminar hasil survey UMKM Provinsi Jawa Timur tahun 2012 yang digelar di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim di Surabaya, Jumat (31/5/2013).

Menurut Kepala BPS Jatim, Irlan Indrocahyo, hingga akhir 2012 jumlah UMKM di Jatim mencapai 6.825.931 usaha.

Komposisinya, UMKM yang bergerak di sektor pertanian sebesar 60,25 persen dengan jumlah unit usaha sebanyak 4.112.443 usaha, dan sektor non pertanian sebesar 39,75 persen dengan jumlah unit usaha sebanyak 2.713.488 usaha.

Berdasarkan jumlah UMKM di masing-masing kabupaten dan kota, jumlah terbesar ada di Kabupaten Jember yakni sebanyak 424.151 usaha. Setelah Jember, jumlah UMKM terbanyak selanjutnya ada di Kabupaten Malang dan
Kabupaten Banyuwangi.

Masing-masing memberi kontribusi 6,07 persen dan 4,35 persen terhadap keseluruhan jumlah UMKM. “Hasil survey ini selanjutnya bisa dipakai sebagai acuan bagi pemerintah dalam merencanakan dan mengevaluasi berbagai kebijakan di bidang UMKM,” ujar Irlan. (Eben Haezer Panca)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini