News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

70 Persen Sumur Minyak di Jambi Sudah Non Operasi

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pengeboran minyak

Laporan wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra
 
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Dari total 1.494 sumur minyak dan gas (migas) yang ada di Provinsi Jambi lebih 70 persen sudah tidak aktif (non produksi). Sedangkan yang berproduksi hanya tinggal 528 sumur migas.

"Ini kita lihat dari draf daerah penghasil migas wilayah Jambi. Ada 966 sumur migas non produksi atau melebihi 70 persen dari laporan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) masuk ke SKK Migas," kata Kabid Minyak dan Gas, Dinas ESDM Provinsi Jambi Gamal Husin kepada Tribun, Kamis (6/2013).

Gamal mengatakan sejumlah sumur yang tidak berproduksi ini sudah termasuk sumur milik PetroChina yang saat ini disoal. Penyebab lainnya adalah, sumur sedang diperbaiki, seperti sumur lama yang masih mengandung minyak menggunakan metode injeksi. Dan ini, sebut Gamal, diperkirakan masih bisa menghasilikan minyak tapi harus dilakukan perbaikan. Ada juga sumur yang tidak berproduksi karena sedang penghentian sementara atau ada beberapa hal yang diperbaik dulu dibagian dalam.

"Ada juga sumur yang abandoned atau memang dianggap secara ekonomis tidak bisa menghasilkan lagi, jadi ditutup. Ini biasanya karena sudah lama berproduksi sehingga dihentikan total," katanya.
 
Dengan demikian lanutnya, Dinas ESDM Provinsi Jambi menghimbau SKK Migas dan pemiliiki KKKS supaya sumur migas yang bisa diaktifkan kembali untuk segera dilakukan. Ini agar volume lifting-nya migas bisa tercapai tahun ini. Namun jika memang kondisi sumur sudah tidak bisa menghasilkan lagi maka segera benar-benar ditutup saja.

"Sumur yang tidak berproduksi ini secara otomatis akan menurunkan volume produksi migas Jambi dan berimbas pula pada menurunnya pendapatan daerah dalam Dana Bagi Hasil (DBH) migas," ujarnya.

 
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Dari total 1.494 sumur minyak dan gas (migas) yang ada di Provinsi Jambi lebih 70 persen sudah tidak aktif (non produksi). Sedangkan yang berproduksi hanya tinggal 528 sumur migas.

"Ini kita lihat dari draf daerah penghasil migas wilayah Jambi. Ada 966 sumur migas non produksi atau melebihi 70 persen dari laporan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) masuk ke SKK Migas," kata Kabid Minyak dan Gas, Dinas ESDM Provinsi Jambi Gamal Husin kepada Tribun, Kamis (6/56/2013)

Gamal mengatakan sejumlah sumur yang tidak berproduksi ini sudah termasuk sumur milik PetroChina yang saat ini disoal. Penyebab lainnya adalah, sumur sedang diperbaiki, seperti sumur lama yang masih mengandung minyak menggunakan metode injeksi. Dan ini, sebut Gamal, diperkirakan masih bisa menghasilikan minyak tapi harus dilakukan perbaikan. Ada juga sumur yang tidak berproduksi karena sedang penghentian sementara atau ada beberapa hal yang diperbaik dulu dibagian dalam.

"Ada juga sumur yang abandoned atau memang dianggap secara ekonomis tidak bisa menghasilkan lagi, jadi ditutup. Ini biasanya karena sudah lama berproduksi sehingga dihentikan total," katanya.
 
Dengan demikian lanutnya, Dinas ESDM Provinsi Jambi menghimbau SKK Migas dan pemiliiki KKKS supaya sumur migas yang bisa diaktifkan kembali untuk segera dilakukan. Ini agar volume lifting-nya migas bisa tercapai tahun ini. Namun jika memang kondisi sumur sudah tidak bisa menghasilkan lagi maka segera benar-benar ditutup saja.

"Sumur yang tidak berproduksi ini secara otomatis akan menurunkan volume produksi migas Jambi dan berimbas pula pada menurunnya pendapatan daerah dalam Dana Bagi Hasil (DBH) migas," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini