TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Perlahan tapi pasti, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah disetujui DPR Senin (17/6) malam, mulai berpengaruh terhadap harga bahan bangunan di pasaran.
Harga Semen Padang misalnya, jika sebelumnya hanya Rp 60 ribu saja, di pasar Angso Duo, kini mulai naik Rp 61.500, naik Rp 1.500.
"Harga semen padang naik, Rp 1.500 per zak. Hari ini mulai naiknya," ujar pria yang disapa Koko di toko bangunan pinggir jalan Pasar Angso Duo, Selasa, (18/6).
Diakuinya, kenaikan bahan bangunan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Tak hanya Semen Padang, beberapa harga bahan bangunan lainnya juga mengalami kenaikan.
"Hari ini naik antara Rp 1.500 sampai Rp 2 ribu saja, belum tahu harga besok, bisa jadi naik lagi," ungkapnya.
Kenaikan bahan bangunan itu tidak terjadi di toko milik Koko saja, toko bangunan lainnya, tak jauh dari Toko Koko juga mengalami kenaikan harga.
Di toko itu, Tribun mencoba menanyakan harga besi 8 inchi, kata seorang wanita yang tak lain pemilik toko besi, juga mengalami kenaikan harga.
"Biasanya besi 8 inchi dijual Rp 39 ribu, namun hari ini naik Rp 40 ribu per batangnya. Tapi kalau mau hari ini, mau ngambilnya banyak, bisa saya kurangi harganya," kata wanita itu.
Menurutnya harga yang ditawarkan itu belum bisa dipastikan untuk beberapa hari ke depan.
"Biasanya, kalau sudah naik BBM, harga besi akan terus merangkak naik, hari ini naik Rp 2 ribu, besok atau lusa, bisa mencapai Rp 5 ribu," katanya. Namun menurutnya tidak semua bahan bangunan naik kemarin.
Cat misalnya, cat merk Avitek belum naik. Satu kaleng lima liter, harganya ditawarkan Rp 85 ribu.
"Info yang kami dapatkan, cat akan naik awal bulan depan. Kalau mau beli enaknya memang sekarang, sepertinya sudah keputusan dari perusahaannya. Biasanya naik sekitar Rp 5 ribu," ujarnya. (ndi/hdp)
Baca tanpa iklan