TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi akhir-akhir ini bukan karena rencana pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Harga daging, cabai merah atau lainnya yang naik ini bukan karena rencana kenaikan harga BBM. Tapi ini normal saja karena mendekati bulan puasa, ya biasa naik," kata Hatta saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
Hatta menjelaskan, pemerintah saat ini memang sedang melihat kemungkinan untuk melakukan impor daging sapi atau komoditas lain untuk melakukan stabilitas harga. Sebab, bila dilihat dari kondisi yang ada, stok bahan pangan sampai saat ini masih relatif aman.
Namun untuk mengendalikan harga daging sapi yang saat ini melonjak hingga Rp 94.000 per kg, Hatta meminta otoritas terkait untuk segera melakukan impor.
"Saya sudah minta Bulog untuk melakukan impor daging sapi. Ini biar harga tidak nyundul ke atas. Jadi bisa bergerak di Rp 80.000an per kg," tambahnya.
Pada dasarnya, pemerintah akan siap melakukan impor sepanjang domestik tidak memiliki pasokan yang cukup. Misalnya seperti harga bawang putih dan daging sapi yang saat ini melonjak. Sehingga diperlukan impor untuk stabilisasi harga.
"Yang penting jangan sampai melakukan impor saat petani kita sedang panen. Itu akan menjatuhkan harga jualnya," jelasnya.
Sekadar catatan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Sri Agustina mengatakan harga daging sapi, khususnya di DKI Jakarta masih di atas Rp 90.000 per kg.
Pemerintah akan berusaha menstabilkan harga dengan mendatangkan impor daging sapi. "Bila dilihat dari perkembangan harga, daging sapi masih mengalami kenaikan tertinggi di DKI Jakarta. Harganya masih Rp 94.000 per kg," kata Sri.(Didik Purwanto/Kompas.com)
Baca tanpa iklan