News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jakarta Semakin Disesaki Apartemen

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja membersihkan atap kaca sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013). Beberapa waktu lalu, Bank Dunia mengingatkan tentang kemungkinan terjadinya gelembung properti di Indonesia, yaitu situasi di mana harga melesat tak terkendali, kemudian tiba-tiba jatuh, sehingga membuat kredit macet dan menimbulkan kekacauan perekonomian seperti pada 1997.

Laporan Wartawan Warta Kota, Feryanto Hadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jakarta semakin disesaki bangunan-bangunan tinggi, tanpa terkecuali gedung apartemen yang terus bertumbuh begitu pesat.

Menurut catatan konsultan properti Research Colliers International Indonesia (RCII), jumlah apartemen baru di Jakarta mencapai rekor tertinggi pada 2012.

Tahun lalu, menurut catatan RCII, terdapat 117.276 unit apartemen baru, atau bertumbuh 20,2 persen lebih tinggi ketimbang 2011, yang mencapai 18,97 persen.

Pertumbuhan tinggi juga terjadi pada awal 2013. Dari catatan Colliers International Indonesia, dalam tiga bulan di 2013 (Januari-Maret), ada penambahan 3.979 unit apartemen di Jakarta.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Rudy Margono menjelaskan, pesatnya pertumbuhan apartemen di Jakarta, disebabkan tingginya permintaan masyarakat yang ingin berdomisili di pusat kota, atau daerah-daerah strategis dekat pusat bisnis dan perkantoran.

"Warga Jakarta akan terus bermigrasi ke apartemen, karena minimnya infrastruktur yang menyebabkan jalanan semakin macet," kata Rudy kepada Warta Kota (Tribun Network), Rabu (19/6/2013).

Berkembangnya gaya hidup di masyarakat, juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya permintaan apartemen di Jakarta.

Masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas, juga menganggap tinggal di apartemen lebih praktis, karena berada di tengah kota sebagai pusat aktivitas bisnis.

Melihat fenomena ini, Rudy memerkirakan pertumbuhan apartemen di Jakarta akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena, selain daya beli masyarakat terus menguat, tingginya permintaan juga karena makin sempitnya lahan hunian di Jakarta.

"Dalam lima tahun ke depan, apartemen akan terus tumbuh, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun mencapai 20 persen. Ini jika melihat budaya warga kosmopolitan yang semakin meningkat dari sisi pembelian apartemen," jelasnya.

Para pengembang terus menawarkan berbagai tipe dan harga apartemen yang bermacam-macam. Tapi, Rudy menambahkan, apartemen yang paling laris saat ini adalah apartemen  dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

Selain menjadi hunian yang nyaman dan strategis, besarnya permintaan akan apartemen oleh masyarakat juga terkait tujuan mereka untuk berinvestasi. Apalagi, kata Rudy, harga property dari tahun ke tahun semakin mahal.

"Jika digunakan untuk investasi pasti menguntungkan. Karena, harga lahan makin mahal. Di Singapura, harga apartemen sudah Rp 100 juta/meter persegi. Sedangkan di Jabodetabek masih murah, cuma kisaran 10 persen dari harga di Singapura," ungkapnya.

Perumahan Tetap Dilirik

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini