News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga BBM Tidak Naik, Indonesia Semakin Rajin Impor Minyak

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengendara kendaraan bermotor antre membeli bahan bakar di SPBU 41.55201, Jalan Laksda Adisucipto, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (21/6/2013). Antrean memanjang pembeli bahan bakar terjadi di berbagai SPBU di wilayah DI Yogyakarta menjelang pengumuman kenaikan harga BBM. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Energi Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai jika harga Bahan Bakar Minyak(BBM) bersubsidi tidak naik, impor minyak akan terus bertambah besar. Komaidi menjelaskan saat ini 60 persen kuota minyak akan diambil dari impor.

"Dinaikkan karena kondisi neraca minyak kita kondisi neraca minyak kita sudah defisit hampir sekitar 60 persen kebutuhan BBM domestik dipenuhi dari impor," ujar Komaidi di diskusi "Iklim dan Tantangan Investasi Migas di Indonesia" di Dewan Pers, Jum'at (21/6/2013).

Komaidi menjelaskan jika harga BBM bersubsidi tidak dinaikan, mau tidak mau harus dilakukan penyesuaian karena alokasi BBM di APBN-P semakin besar.

"Sebenernya tidak keliru memberikan subsidi kepada rakyat tetapi saya kira lebih produktif di salurkan ke pendidikan infrastruktur ataupun kesehatan," jelas Komaidi.

Komaidi menambahkan kuota impor dari tahun ke tahun terus meningkat per hari ini kebutuhan subdisi sudah 48 juta KL dan total non subsidi + subsidi 75-80 juta KL per tahun hampir sekitar 60 persen di penuhi dari impor BBM. Pasalnya memang produksi minyak hanya 850.000 bph.

"Sementara konsumsi 1,5 juta bph dari prakstis ada 800-900 ribu kita impor," jelasĀ  Komaidi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini