News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ekonom: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Masih Aman

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas memilah valuta asing di Cash Center Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (4/1/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada hari ini bertahan di level mendekati Rp 10.000 per dollar AS, persisnya di level Rp 9.960 per dollar AS. Meski melemah, penurunan rupiah ini masih lebih rendah dibanding regional.

Destry Damayanti, Ekonom Kepala PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan depresiasi rupiah ini masih lebih aman dibanding negara sekawasan regional. "Dibanding rupiah, nilai tukar negara sekawasan regional diperdagangkan justru lebih jeblok lagi," kata Destry seperti dilansir Tribunnews dari Kompas.com di Jakarta, Senin (8/7/2013).

Destry menambahkan, rupiah hingga siang ini diperdagangkan di level Rp 9.955 per dollar AS. Nilai tersebut melemah 0,3 persen terhitung sejak awal bulan ini dan sebesar 3,3 persen sejak awal tahun ini.

Hari ini rupiah bergerak di level Rp 9.945-Rp 9.955 per dollar AS. Sementara itu, nilai tukar mata uang di kawasan regional justru melemah lebih dalam. Misalnya ringgit Malaysia (0,75 persen), peso Filipina (0,8 persen) dan baht Thailand 1,12 persen.

"Dengan kondisi itu, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun naik menjadi 7,86 persen. Ini berarti naik 72,5 basis poin sejak awal bulan ini dan 266,5 poin dari awal tahun ini," tambahnya.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah diperdagangkan di level Rp 9.960 per dollar AS. Nilai ini melemah dibandingkan perdagangan rupiah akhir pekan lalu yang masih berada di level Rp 9.945 per dollar AS.

Bank sentral sebelumnya menyatakan telah mengantisipasi pelemahan rupiah ini agar tidak membahayakan importir maupun eksportir. Hal itu bisa terlihat dari cadangan devisa hingga akhir Juni 2013 menjadi sebesar 98,1 miliar dollar AS, menurun 7 miliar dollar AS (setara Rp 70 triliun) dibanding akhir Mei 2013 sebesar 105,1 miliar dollar AS.(Didik Purwanto/Kompas.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini