News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Surplus Neraca Perdagangan Oktober Dorong Penguatan Rupiah

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang petugas menata uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang sudah dikemas dalam kantung plastik masing-masing Rp 1 miliar yang akan dikirimkan ke sejumlah bank di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (3/9/2013). Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan kembali suku bunga dengan acuan BI rate ke level 7 persen dari sebelumnya di angka 6,5 persen, menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan sentimen positif dari surplus neraca perdagangan yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin, turut mempengaruhi laju penguatan mata uang rupiah pada hari ini, Selasa (3/12/2013).

"Setelah data defisit neraca perdagangan mengalami surplus pada Oktober 2013, laju rupiah menguat. Pada posisi kemarin rupiah berada di angka Rp 11.946 menguat dari sebelumnya di Rp 11.977," kata Reza di Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Penguatan ini diakibatkan oleh membaiknya neraca perdagangan yang sebelumnya selalu negatif. Selain itu, rilis inflasi yang masih berada dalam ekspektasi analis juga tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga diharapkan akan mendorong masuknya investor.

Kedua sentimen akan mempengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa bulan kedepan. Perhatian kepada usaha meredam defisit neraca transaksi berjalan dapat terjadi melalui penguatan yang dialami oleh neraca perdagangan.

"Pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 11.950 per dollar AS menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI)," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini