TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai pengembangan bisnis perbankan syariah masih memiliki banyak kendala. Untuk tantangan awal, Agus menilai modal anggaran dan jumlah tenaga kerja menjadi masalah utama perbankan syariah.
"Inovasi produk yang mampu berkompetisi dan diterima pasar dan program sosialisasi," ujar Agus, Senin (16/12/2013).
Pihak Bank Indonesia pun berharap kerjasama yang erat antara BI (otoritas makroprudensial) dan OJK (otoritas mikroprudensial) menjadi salah satu faktor penting dalam menyeimbangkan bisnis perbankan syariah.
Agus menilai BI dan OJK akan berusaha mengajak seluruh pemangku kepentingan yang mengatur regulasi agar seluruh perbankan bisa bangkit dari krisis.
"BI dan OJK menggandeng berbagai otoritas lain sebagai stakeholders penting keuangan syariah dan pengambil kebijakan," jelas Agus.
Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, Agus Martowardojo berharap perbankan Syariah bisa bangkit dari krisis tahun depan. Agus mematok target pangsa pasar perbankan syariah naik 5,25 persen sampai 6,25 persen di tahun 2014. Tahun ini Agus menjelaskan pangsa pasar perbankan Syariah tidak mencapai target, yang awalnya 5 persen menjadi 4,8 persen.
Baca tanpa iklan