News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bangun Runway Baru, Pemerintah Harus Gusur 8.000 Kepala Keluarga

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kendaraan melintasi Jalan Parimeter Selatan, saat pelaksanaan ujicoba rekayasa lalulintas yang digelar PT Angkasa Pura II dan Kepolisian Bandara Soekarno Hatta, terkait penutupan pintu M1 (pintu belakang), Senin (23/12/2013). Kendaraan yang hendak masuk ke pintu M-1, dialihkan ke jalan alternatif Parimeter Utara dan Selatan (yang terdapat di sisi utara dan selatan Bandara Soekarno Hatta. Penutupan pintu M-1 akan dilakukan pada 26 Desember ini. (WARTAKOTA/Nur Ichsan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk membangun runway baru di Soekarno Hatta, Cengkareng, ternyata pemerintah harus menggusur lebih dari 8.000 kepala keluarga (KK) di sekitar bandara. 
 
Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan, menjelaskan pihaknya harus menggusur 8000 kepala keluarga (KK) jika ingin membangun runway ketiga di bandara Soekarno Hatta. Hal itu tentu memerlukan biaya yang besar untuk pembebasan lahan.

"Independence runway lebih ke utara lahannya, lebih banyak tanah yang dibebaskan, jumlahnya 8.000 KK," ujar Bambang, Rabu (26/2/2014).

Kementerian Perhubungan juga punya opsi lain membangun runway baru. Salah satu caranya dengan membuat runway cross parallel. Dengan runway tersebut, penerbangan bisa bertambah 30 sampai 40 persen.

Hal yang menjadi halangan dari pembangunan runway cross parallel adalah anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Padahal lahan yang dibutuhkan kecil. Kebutuhan lahan kecil tapi pembebasan lahan Rp 4 triliun," jelas Bambang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini