News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ekonom: SBY dan Jokowi Harus Bergantian Naikkan Harga BBM

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivitas pengisian truk-truk tangki untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Depo BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta, Senin (16/6/2014). Membengkaknya anggaran subsidi energi dalam RAPBN-P 2014 sebesar Rp 392 triliun dari APBN 2014 sebesar Rp 282 triliun, membuat pemerintah berencana memangkas anggaran belanja kementerian dan lembaga negara. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Eric Suganda menjelaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) harus menaikkan harga BBM bersusidi secara bergantian. Pada akhir masa jabatan Presiden SBY menaikkan harga BBM tahun ini, selanjutnya Jokowi menaikkan harga BBM setelah diangkat jadi presiden.

"Kita berharap bisa saja, pak SBY menaikkan tahun terakhir dan pak Jokowi di tahun depan lagi," ujar Eric saat buka puasa bersama Standard Charter di JW Marriot, Rabu (23/7/2014).

Eric menjelaskan jika presiden SBY ingin menaikkan harga BBM, sebaiknya pada bulan Agustus atau September. Karena pada bulan itu musim panen sehingga tidak memberatkan inflasi saat harga BBM naik.

"Kalau pak SBY mau menaikkan harga BBM di bulan Agustus September," ujar Eric.

Eric menjelaskan kenaikan harga BBM bersubsidi punya dua tujuan. Tujuan utama untuk menyelamatkan anggaran negara, dan alasan kedua untuk memberikan anggaran subsidi ke BBM ke sektor lain.

"Tujuannya ada dua menyelamatkan anggaran dan Mengalihkan subsidi ini ke sektor lebih produktif ke infrastruktur atau pembrantasan kemiskinan," jelas Eric.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini