News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Laju Kredit Korporasi Masih Kencang

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perbankan terus menempuh segala upaya demi mempercantik kinerja. Di tengah tren perlambatan kredit, Bank ICBC Indonesia dan Bank Pan Indonesia (Panin) berkongsi mengucurkan kredit sebesar Rp 900 miliar kepada PT Lombok Energi Dynamis (LED).

Kedua bank memberikan porsi pembiayaan yang berbeda. ICBC Indonesia mengalirkan pinjaman dalam denominasi dollar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 51,39 juta atau sekitar 616 miliar. Sedangkan, Panin mengucurkan Rp 298,75 miliar. Stephen Kasima, Deputy Head Corporate Banking ICBC Indonesia mengatakan, kongsi kredit ini dialirkan untuk pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). "Jangka waktu pinjaman selama 10 tahun termasuk masa konstruksi," ujar Stephen, kemarin (24/7/2014).

Tidak cuma ICBC dan Panin, bank kelas kakap lain turut pula menggenjot kredit korporasi. Pada semester I tahun ini, predikat penguasa pasar kredit korporasi jatuh ke tangan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di sepanjang paruh pertama tahun 2014, BRI mengucurkan kredit korporasi sebesar Rp 127 triliun, tumbuh 20,95% dibandingkan Rp 105 triliun di tahun lalu (lihat tabel). Kredit jumbo ini mengalir ke perusahaan BUMN sebesar Rp 79 triliun dan non BUMN sebesar Rp 48 triliun.

Sedikit berbeda, kredit korporasi Bank Mandiri naik tipis 4% menjadi Rp 129,8 triliun. Namun, pertumbuhan tipis ini dikarenakan perbedaan pencatatan. Pahala Nugraha Mansury, Direktur Keuangan Bank Mandiri bilang, kredit korporasi melambat karena kucuran kredit bagi BUMN dihitung ke dalam pos kredit institusional banking. Di pos ini, Mandiri mencatatkan pertumbuhan 39,7% menjadi Rp 31,5 triliun.

Mengerem

Kendati tumbuh dua digit, bankir menatap semester II dengan pesimistis. Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon, mengatakan, koreksi harga sektor komoditas masih menghambat kredit korporsi.  "Ekonomi dan politik masih belum stabil," ujar dia. Di semester I-2014, kredit korporasi Danamon tumbuh 28% menjadi Rp 19,4 triliun.
Jahja Setiadmadja, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) mengatakan, likuiditas seret memaksa BCA mengerem penyaluran kredit korporasi. "BCA membatasi untuk kebutuhan likuiditas karena kredit korporasi jumlahnya besar," kata Jahja.  (Dea Chadiza Syafina/Issa Almawadi/Nina Dwiantika)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini