News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembatasan BBM Bersubsidi

JK: Yang Menghabiskan BBM Itu Kalangan Menengah

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Papan pengumuman bertuliskan tersedia pertamax plus dipasang oleh pengelola SPBU 3413305, di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2014). Di SPBU ini dan sejumlah SPBU lainnya di Indonesia kehabisan stok BBM bersubsidi karena jatah dipangkas oleh PT Pertamina (Persero) sejak 18 Agustus 2014 akibat pembatasan kuota BBM bersubsidi secara nasional. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK), mengatakan jika pemerintah Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), menaikkan harga BBM, maka hal itu tidak lain adalah untuk menyejahterahkan rakyat kecil, dan menyelamatkan keuangan negara.

Dalam pemaparannya di acara dialog "Pemimpin Peduli, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2014), JK mengingatkan bahwa subsidi BBM pertahunnya mencapai lebih dari Rp 300 triliun. Sebagian besar yang menikmati BBM tersebut adalah orang-orang menengah yang mengendarai mobil, hal mereka bukan lah tujuan dari subsidi BBM.

"Yang menghabiskan BBM paling banyak itu mobil, apakah uang itu untuk bantu pemilik mobil dan motor," katanya.

Rencana pemerintah Jokowi - JK mengurangi subsidi BBM yang berdampak pada kenaikkan harga itu, adalah untuk menyelamatkan keuangan negara, dan uang itu dapat dialihkan ke hal-hal yang menurutnya produktif.

"Lebih baik duit itu untuk infastruktur, pupuk, bibit dan perumahan rakyat," ujarnya.

Dengan mengalihkan subsidi ke sektor-sekotr produktif, maka walau pun masyarakat terpaksa membeli BBM dengan harga lebih mahal. Namun rakyat, kata JK, juga akan menikmati subsidi pemerintah yang nilainya lebih.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jatah BBM Indonesia tahun ini yang mencapai 46 juta Kilo Liter itu terancam habis sebelum akhir tahun. Selain itu anggaran untuk pemerintahan Jokowi - JK pun diduga tidak akan cukup untuk membiayai program-program yang disiapkan.

Salah satu solusi untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut adalah pengalihan uang negara dari subsidi BBM ke bidang lain yang lebih produktif, dan hal itu juga berdampak pada turunnya tingkat produktivitas masyarakat akan BBM.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini