News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenaikan Harga BBM

Untung Rugi BBM Subsidi dan Non Subsidi di Mata Pengendara Motor

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANTRIAN BBM - Antian kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) langsung mengular SPBU di Jalan Hayamwuruk, Jakarta Barat, Senin(17/11/2014) tak lama setelah Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan premium dari 6.500 rupiah menjadi 8.500 rupiah perliter. Warta Kota/henry lopulalan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dapat menjadi pilihan penggendara kendaraan bermotor. Kebijakan pemerintah menurunkan harga pertamax dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.950 perliter beberapa waktu lalu, membuat banyak masyarakat yang mulai beralih menggunakan bahan bakar jenis ini.

Maria Regia Oktavia, salah satu pengguna kendaraan bermotor mengatakan BBM non-subsidi apabila dilihat dari harganya memang lebih mahal dari BBM bersubsidi, namun dari sisi kualitas, BBM non-subsidi lebih bagus.

Melihat harga BBM bersubsidi jenis premium yang saat ini berharga Rp 8.500 perliter atau hanya berbeda Rp 1.450, menurut Maria, lebih baik membeli bahan bakar yang secara kualitas bagus, walaupun harga relatif lebih mahal.

"Kalau pakai bensin premium, harga memang lebih murah. Tetapi dari sisi kualitas kurang bagus, dapat merusak mesin motor. Saya pilih yang pertamax," tutur Maria ditemui di SPBU 34-10206, yang berada di jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, Minggu (23/11/2014).

Maria menilai harga pertamax menyesuaikan dengan harga minyak dunia. Dirinya pun mengaku tidak mempermasalahkan apabila di kemudian hari harga BBM non-subsidi kembali mengalami kenaikan.

"Saya tidak masalah. Waktu itu, pernah juga kok harga BBM non-subsidi mencapai harga lebih dari Rp 10.000," ujar wanita berusia 23 tahun itu

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini