News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tim Reformasi Tata Kelola Migas Sudah Panggil ISC

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pertamina Energy Trading Limited (Petral)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim Reformasi Tata Kelola Migas mengaku sudah memanggil Integrated Supply Chain (ISC), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang diketahui berperan besar dalam proses usaha jual beli minyak yang dilakukan Petral.

"ISC sudah dipanggil. Kita ketemu dalam rapat dengan Pertamina," kata anggota tim Reformasi Tata Kelola Migas Agung Wicaksono di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Agung yang juga anggota UKP4 menjelaskan bahwa ISC adalah salah satu divisi usaha Pertamina yang berperan besar dalam bisnis migas Petral.

"Dia (ISC) yang menetapkan spek, volume, kebutuhan. Lalu dikembalikan ke Petral untuk dijalankan. Jadi memang benar ISC sangat signifikan perannya," kata Agung.

Hanya saja Agung tidak menjelaskan, apakah ISC ini juga akan diusut. Dia juga tak menjelaskan ketika disebut bahwa ada banyak dugaan kejanggalan dalam ISC.

"Beberapa waktu lalu kita sudah datangkan ISC rapat. Waktu itu dengan Pertamina semua. Sudah kok," katanya.

Untuk diketahui, Menteri ESDM Sudirman Said sangat paham apa yang dilakukan ISC dalam bisnis migas di Indonesia. Sudirman dipercaya menjadi Staf Ahli Dirut Pertamina pada era Ari Soemarno. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Sekretaris Perusahaan, sebelum menduduki posisi strategis sebagai Senior Vice President ISC.

Karir Sudirman di ISC terhenti ketika Dirut Pertamina yang baru, Karen Agustiawan pada Jumat (20/3/2009) dalam sebuah acara tertutup di Kantor Pusat Pertamina, Sudirman mencopot jabatannya di ISC.

Di tempat yang sama Kepala Tim Khusus Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri bercerita soal audit yang dilakukan pihaknya terhadap Petral.

"Saya enggak apa-apa difitnah. Dibilang masuk angin dan segala macam, padahal kita sampaikan sesuatu berdasarkan pendalaman," kata Faisal.

Dirinya mengatakan bahwa Petral selama ini ternyata hanya trader, pedagang.

"Kita melakukan proses rekomendasi berdasarkan kajian. Apa itu Petral, kegiatannya apa saja. Banyak yang enggak tahu bahwa Petral lakukan trading juga. Selain impor juga ekspor," katanya.

Lebih lanjut dirinya juga mengingatkan bahwa Indonesia nantinya pasti akan lebih banyak konsumsi BBM sedangkan produksi menurun. Inilah alasannya, kenapa Indonesia harus melakukan trading atau jual-beli migas.

"Nantinya, dalam trading ini apakah lebih banyak perusahaan IOC atau bagaimana. Itu nanti," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini