Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laju rupiah belum beranjak dari zona merah dan belum terlihat tanda-tanda untuk berbalik menguat. Hal ini, terjadi akibat belum adanya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri.
Demikian dikatakan Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, Jakarta, Selasa (31/3/2015). "Atas kondisi ini, memunculkan peluang pelemahan lanjutan," kata Reza.
Reza menjelaskan, faktor eksternal yang cukup kuat menekan laju rupiah masih terus terjadi. Dimana, kembali munculnya ketidakpastian di Yunani yang berimbas pada pelemahan nilai Euro hingga turunnya harga minyak mentah membuat laju dolar AS mengalami kenaikan.
"Rupiah pun kembali terkena imbas, sehingga melanjutkan pelemahan. Diperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.092-Rp 13.071 per dolar AS (kurs tengah BI)," tuturnya.
Tercatat, kurs tengah Bank Indonesia saat ini, rupiah melemah 22 poin menjadi Rp 13.086 dari posisi hari sebelumnya 13.064 per dolar AS. Sementara data Bloomberg pagi ini, rupiah di level Rp 13.092 per dolar AS.
Baca tanpa iklan