News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Manulife Indonesia Yakin Pasarnya Tak Tergangu BPJS Kesehatan

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perusahaan asuransi jiwa Manulife Indonesia memaparkan kinerja 2013, di Jakarta Selatan, Senin (12/5/2014). Manulife Indonesia mencatat premi baru untuk semua lini bisnis mencapai Rp 2,8 triliun pada tahun lalu. Tumbuh 17 persen ketimbang pencapaian 2012 yang sebesar Rp 2,4 triliun. Total premi dan deposit juga naik 4 persen menjadi Rp 14,8 triliun dari Rp 14,2 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manulife Indonesia meyakini pasarnya tidak akan terganggu, walau ke depan seluruh perusahaan diwajibkan mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan‎.

Vice President Director & Chief Agency Officer Manulife Indonesia Nelly Husnayati‎ mengatakan, semenjak BPJS Kesehatan didengungkan, peningkatan jumlah nasabah Manulife Indonesia masih terus bertumbuh. Hal ini menunjukan, bahwa tidak ada kompetisi antara BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi yang juga menawarkan produk kesehatan.

‎"Masih akan ada pertumbuhan nasabah, karena pasarnya itu berbeda (antara BPJS Kesehatan dan Manulife Indonesia)‎," ucap Nelly di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Menurut Nelly, Manulife Indonesia saat ini memiliki 600 lebih rumah sakit rekanan dan para pemegang polis juga tidak perlu mendapatkan rujukan dari Puskesmas ketika ingin berobat ke rumah sakit. Kondisi tersebut, bebeda ketika hanya memiliki BPJS Kesehatan.

"BPJS Kesehatan kan harus ke Puskesmas dulu dan rumah sakitnya di tentukan. Manulife Indonesia kan tidak, bisa langsung ke rumah sakit yang deket rumah. Misalnya tinggal di Jakarta Barat, itu bisa ke rumah sakit Siloam," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini