News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Arogan Copot Spanduk, Bos Pelindo II Diprotes Buruh JICT

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dirut Pelindo II Richard Joost Lino

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perintah pencopotan paksa atribut spanduk dan baliho merah putih yang dipasang di sekitar gedung PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) oleh Dirut Pelindo II RJ Lino mendapat protes keras dari pekerja.

Pasalnya atribut tersebut merupakan bentuk protes damai atas proses perpanjangan konsesi JICT ke asing yang masih diupayakan Lino dan proses pelayanan di JICT berjalan lancar.

“Kami sangat menyayangkan sikap arogansi dan opresif yang dilakukan oleh Dirut IPC. Padahal atribut merah putih yang dipasang tidak mengganggu proses pelayanan sama sekali dan kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan ini sangat mampu untuk dikelola secara mandiri,” ujar Ketua Serikat Pekerja JICT Nova Hakim. Senin (6/7/2015).

Pihaknya meminta Presiden menghentikan arogansi Dirut IPC. Sikap arogansi ini dicurigai sebagai upaya melokalisir kejanggalan proses perpanjangan konsesi JICT. Salah satunya dengan cara membereskan pekerja, seperti yang dilakukan di Pelindo II dengan memecat 33 pegawai terbaiknya.

"Itu untuk menghilangkan segala bentuk protes terhadap ambisi korporasi Lino," ungkap Lino.

Sebelumnya, Serikat Pekerja PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) menuding Pelindo II melanggar Surat Menteri BUMN perihal perpanjangan konsesi PT JICT dan TPK Koja kepada Hutchison Port Holdings (HPH). Dalam aksi penyampaian aspirasi dihadapan ratusan pekerja di halaman geding JICT siang ini, Ketua SP JICT Nova Hakim menghimbau keras Pelindo II. "

"Pelindo II telah melanggar Surat BUMN Rini No S-318/MBU/6/2015 PP dengan menyetujui perpanjangan konsesi JICT dan TPK Koja secara sepihak," katanya .

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini