News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Diharapkan Agresif Dorong Sektor Industri

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi modul untuk rig pengeboran lepas pantai di salah satu industri di Batam, Selasa (23/9/2014).

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional Bayu Priawan mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan sinyal positif bagi dunia usaha di era transisi saat ini.

Namun kurangnya kerja keras menjadi salah satu penyebab perekonomian Indonesia terpuruk saat ini. Apalagi, stimulus pemerintah untuk dunia usaha dirasakan masih belum maksimal.

Dikatakan, konsumerisme masyarakat Indonesia terutama pada merk dagang asing turut memperparah kondisi ekonomi saat ini.

"Konsumerisme terhadap merk branded membuat sebagian besar uang kita lari ke luar negeri. Padahal, salah satu penopang utama perekonomian Indonesia berasal dari belanja domestik rumah tangga," kata Bayu, Jumat (21/8/2015).

Saat ini, lanjutnya, ekonomi Indonesia memang tidak bisa bergantung hanya pada belanja APBN dan swasta dalam negeri. Komponen rumah tangga yang terkecil seharusnya turut serta dalam menyehatkan perekonomian bangsa.

Bayu tidak memungkiri jika saat ini Indonesia masih membutuhkan banyak investasi asing. Namun, ia meminta agar investasi yang masuk diatur untuk mengutamakan sektor produksi dan mengandung muatan lokal Indonesia.

Dengan demikian, kemandirian industri Indonesia akan terjadi dan berdampak langsung pada kelangsungan perekonomian Indonesia.

"Pemerintah harus lebih agresif mendorong sektor industri. Sejauh ini, rekan-rekan pengusaha belum melihat dorongan yang cukup baik untuk menciptakan iklim industri dalam negeri yang mandiri," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini pengusaha Indonesia mengalami kesulitan dari berbagai sisi seperti regulasi, insentif pajak, retribusi dan kemudahan pembiayaan.

"Sudah selayaknya pemerintah memberikan paket-paket ekonomi untuk pengusaha demi mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi," kata Bayu.

Paket tersebut akan menjadi salah satu pendorong utama daya saing industri di dalam negeri.

"Pemerintah harus lebih fokus mendorong industri nasional agar terus maju dan mandiri dalam jangka panjang dengan melibatkan pelaku usaha yang riil. Jangan sampai malah terjebak dengan pelaku usaha yang bermental makelar transaksi," ujar pria yang juga menjabat Chairman Blue Bird Group ini menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini