News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Analis: Penguatan Rupiah Saat Ini Belum Stabil

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS yang akan ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Kawasan Blok M, Jakarta, Senin (24/8/2015). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka di kisaran Rp 14.006 dan sempat mencapai posisi tertinggi pada level Rp 14.017 karena imbas dari perang mata uang (currency wars). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai belum memastikan tren rupiah akan terus terus berada zona hijau ke depannya.

Analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah saat ini memang disebabkan keputusan Bank Sentral Amerika (The Fed) dalam mempertahankan suku bunganya di level 0,25 persen.

"Tapi penguatan ini belum stabil, masih bisa melemah karena Oktober ada pertemuan (The Fed)," ujar Ariston saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Menurut Ariston, rupiah dalam sepekan ke depan masih akan dipengaruhi oleh data-data ekonomi negeri Paman Sam. Sementara itu, mengenai paket kebijakan ekonomi dari pemerintah, Ia melihat hingga saat ini belum terasa dampak positifnya.

"Kebijakan itu belum pengaruhi rupiah, sepekan ke depan rupiah berada pada support Rp 14.300 dan resisten Rp 14.450 per dolar AS," ujar Ariston.

Data Bloomberg pada sore ini, rupiah menguat 85 poin ke level Rp 14.374 dari posisi akhir penutupan kemarin Rp 14.459 per dolar AS.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah ke posisi Rp 14.463 dari level hari sebelumnya Rp 14.452 per dolar AS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini