News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kuatkan Rupiah, BI Disarankan Turunkan BI Rate

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja PT Klip Plastik melakukan aksi unjuk rasa di depan tempat mereka bekerja di Jalan Yos Sudarso, Batu Ceper, Kota Tangerang, Selasa (8/9/2015). Sebanyak 200 karyawan di perusahaan ini terkena gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan dengan alasan perusahaan sedang mengalami kerugian akibat menguatnya mata uang Dolar terhadap Rupiah. warta kota ur ichsan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI, DPR RI, Juliari P Batubara menilai pelemahan rupiah saat ini cukup mengkhawatirkan yang hampir menembus angka 15.000.

Menurutnya, harus ada peran nyata dari Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.

"Kami sangat menantikan kebijakan BI yang lebih nendang. Kebijakan yang over night bisa langsung kelihatan," kata Juliari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Politikus PDI Perjuangan itu menyarankan BI dapat menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) untuk menguatkan rupiah.

Selain menurunkan BI Rate, menurut Juliari, BI juga bisa menurunkan corporate tax.

"Kebijakan itu sangat membantu dari sisi fiskal pajak. Pengusaha akan sorak sorai kalau suku bunga diturunkan. Corporate tax diturunkan juga akan membuat pengusaha sorak sorai," tuturnya.

Masih kata Juliari, saat ini saat ini penjualan ritel sudah mulai terganggu begitupun juga para emiten.

Menurutnya, jika BI tidak melakukan akan berdampak pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Untuk menurunkan suku bunga atau pajak tidak perlu takut," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini