News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Desk Khusus Bisa Cegah Investor Sepatu PHK Pegawai

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala BKPM Franky Sibarani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, meminta investor sektor tekstil dan sepatu yang saat ini sudah beroperasi untuk memanfaatkan keberadaan Desk Khusus Investasi.

Franky menjelaskan, Desk Khusus Investasi ini memang dibentuk pemerintah untuk investor existing di kedua sektor tersebut,

“Desk Khusus Investasi Sektor Tekstil dan Sepatu ini memang dimaksudkan untuk membantu investor yang sedang menghadapi masalah, sehingga PHK dapat dicegah," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani, di Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Franky meminta investor yang menghadapi masalah silahkan datang untuk bisa difasilitasi oleh BKPM. Desk investasi kata Franky menangani permasalahan yang dihadapi investor secara kasus per kasus.

"Permasalahan yang dihadapi perusahaan berbeda-beda,” papar Franky

Franky mengharapkan keberadaan desk investasi tekstil dan sepatu ini dapat memfasilitasi dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh investor existing di kedua sektor tersebut.

Dengan demikian perusahaan-perusahaan tersebut tetap dapat beroperasi dan tetap dapat mempekerjakan pekerjanya.

Adapun desk investasi ini akan terdiri dari BKPM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan kementerian terkait lainnya, serta didukung oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO).

“Masing-masing Kementerian sudah menunjuk person in charge yang terlibat dalam desk investasi. Dari BKPM PIC nya adalah Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal,” jelas Franky.

BKPM mencatat, sepanjang Semester I 2015 realisasi investasi untuk sektor tekstil masih tumbuh positif, naik 58 persen sebesar Rp 3,88 triliun dibandingkan Semester 1 2014.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini