News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pasar Modal akan Kinclong Jika Rupiah Stabil dan BI Rate Turun

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para karyawan dan undangan meniup terompet bersama-sama saat penutupan perdagangan bursa saham akhir tahun di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2015). IHSG sempat menyentuh level tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia di level 5.518 pada 31 Maret 2015, dan menyentuh level terendah di kisaran 4.120 pada 28 September 2015. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio melihat ada dua hal yang saat ini masih mengganjal pasar modal untuk semakin berkembang, seiring mulai membaiknya data-data ekonomi dalam negeri.

"Semua tanda-tanda dasar ekonomi semua membaik. Tapi stabilitas mata uang yang membuat investor enggak bisa, karena dia bingung di harga berapa rupiahnya," ujar Tito, Senin (4/1/2016).

Selain rupiah, kata Tito, pelaku pasar juga menginginkan adanya penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang sekarang di posisi 7,50 persen.

"Semoga dengan inflasi 3,3 persen, dan bedanya dengan BI Rate kalau bisa jangan sampai 4 persen. Dua hal itu ditunggu," ucap Tito.

Lebih lanjut Tito mengatakan, adanya penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium maka kondisi ini berdampak baik untuk semua emiten karena dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang sedang lemah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini