News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Saran Faisal Basri: Naikkan Defisit APBN Jadi 2,8 Persen

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Faisal Basri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Faisal Basri meminta pemerintah tidak berharap banyak terkait peningkatan penerimaan pajak secara drastis pada tahun ini, mengiat akan adanya kekurangan atau shortfaal sebesar Rp 141 triliun.

Menurutnya, jika mengasumsikan penerimaan pajak tahun ini naik 15 persen dari tahun lalu tanpa uang tebusan pengampunan pajak, maka penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 1.358 triliun.

"Berarti ini lebih rendah Rp 141 triliun dari yang dipatok dalam APBN 2017, shortfall sebanyak itu cukup besar setara 1 persen dari produk domestik bruto (PDB)," tutur Faisal, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Melihat kondisi tersebut, ‎Faisal meminta pemerintah sebaiknya menaikkan difisit APBN 2017 dari 2,4 persen menjadi 2,8 persen dari PDB, sehingga ada tambahan dana sekitar Rp 55 triliun.

"Ini masih manageable (dapat dikendalikan), karena batas maksimum defisit itu 3 persen sesuai yang diamanatkan undang-undang. Daripada pemerintah memtong anggaran infrastruktur nanti pembangunan tertunda," tutur Faisal.

Selain itu, pemerintah juga perlu menambah utangnya dengan cara menerbitkan obligasi, terlebih ruang utang Indonesia masih besar yang diperkirakan pada tahun ini senilai Rp 3.856 triliun.

"Utang kita tuh masih kecil per produk domestik bruto, kapasitas utang kita masih besar, dibanding negara lain utang kita masih kecil, jangan bilang Pak Jokowi utang terus," tutur Faisal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini