TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara melihat pemerintah terlihat ambisius dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada tahun depan.
"Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,4 persen, nampaknya terbilang ambisius, sementara outlook semua negara masih akan melambat, China juga melambat dan ini akan berdampak," tutur Bhima, Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Menurut Bhima, perekonomian negara Tirai Bambu yang sedang mengalami perlambatan, dapat berdampak besar ke Indonesia karena kegiatan ekspor-impor banyak dilakukan ke China.
"Bahkan disebut jika ekonomi China turun 1 persen, maka ekonomi kita akan turun 0,11 persen, ini harus diantisipasi pemerintah," paparnya.
Selain faktor eksternal, beberapa indikator perekonomian dalam negeri juga belum mendukung, dimana sebagian menujukkan tren menurun.
Konsumsi masyarakat yang motor utama perekonomian Indonesia mengalami pelemahan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian, kinerja sektor industri pengolahan yang turut lesu dengan pertumbuhan sekitar 3,54 persen pada kuartal II 2017 dan sektor perdagangan yang hanya tumbuh 3,78 persen.
Baca tanpa iklan