News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Rupiah Harus Diperkuat Secara Fundamental

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melihat salah satu tantangan jangka pendek yang dihadapi Indonesia saat ini yaitu penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk itu, penguatan rupiah harus dilakukan secara lebih fundamental, bukan hanya melalui operasi moneter atau intervensi dengan cadangan devisa tapi melalui kebijakan yang lebih fundamenal.

Dalam konteks merealisasikan kebijakan yang lebih fundamental, kata Bambang, salah satu yang bisa dikedepankan adalah penguatan ekspor jasa sebagai sumber devisa.

Baca: Sepanjang Februari 2018, Neraca Perdagangan RI Defisit 120 Juta Dolar AS

Menurutnya, pariwisata termasuk kategori ekspor jasa yang bisa menghasilkan devisa dan memperkuat rupiah secara permanen.

"Jadi jangan hanya berhenti pada ekspor barang, ekspor jasa juga tidak kalah penting karena ekspor jasa mempunyai multiplier effect yang luar biasa, di sisi current account, penguatan rupiah secara lebih fundamental juga bisa dilakukan dari sisi capital account," ujar Bambang, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Baca: Pipa PGN Bocor karena Pembangunan LRT, Menhub Minta Adhi Karya Tanggung Jawab

Sementara untuk jangka pendek yang harus diperhatikan, kata Bambang, adalah portofolio karena langsung berdampak terhadap Surat Utang Negara (SUN), pasar modal dan ujungnya terhadap rupiah.

"Berikutnya dari komponen pertumbuhan seperti konsumsi. Sejauh ini konsumsi masih merupakan pendorong perekonomian yang dominan sebesar 54,3 persen terhadap PDB 2017," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini