News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Asosiasi Pabrik Vulkanisir Ban Desak Pemerintah Segera Terbitkan SNI

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono (kedua kanan) berbincang dengan Dewan Pengawas Asosiasi Pabrik Vulkanisir Ban Indonesia (APVUBINDO) Aziz Pane (kanan) dan Ketua Umum APVUBINDO Tjutju Dharmawan (kiri), dan Pembina APVUBINDO Robinson (kedua kiri) di Jakarta, kemarin.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pabrik Vulkanisir Ban Indonesia (Apvubindo) meminta kepada pemerintah agar bisa segera menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk vulkanisir ban dan kompon ban.

Penerapan SNI ini diharapkan dapat memacu kualitas produk sekaligus melindungi industri dan konsumen dalam negeri.

“Karena industri vulkanisir ban di Indonesia terdiri dari pabrik besar, sedang dan kecil, hingga pabrik rumahan. Jumlah keseluruhannya itu bisa sampai 1.000 unit usaha,” ungkap Ketua Apvubindo Tjutju Dharmawan di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Untuk itu, Apvubindo bersama Kementerian Perindustrian berupaya untuk menyusun SNI tersebut. Pasalnya, potensi bisnis di industri vulkanisir ban ini cukup menjanjikan. Selain itu juga berperan penting dalam penyerapan karet alam dari dalam negeri.

“Langkah ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memanfaatkan bahan baku lokal untuk diolah, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah,” kata Tjutju. Saat ini, industri vulkanisir ban menyerap karet alam nomor dua setelah industri ban baru.

Oleh karena itu, asosiasi yang berdiri sejak tahun 1990 ini berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri manufaktur nasional dari hulu sampai hilir. Misalnya, untuk sektor hulu, program kerja Apvubindo mendukung pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan baku.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk membangun industri hulunya, yang menghasilkan carbon black karena banyak dibutuhkan oleh industri vulkanisir ban. Selain itu bahan baku karet sintetis,” paparnya. Upaya ini dapat mengurangi produk impor bahan baku tersebut.

Sementara itu, di sektor hilir, Apvubindo terus berperan mengembangkan kualitas produk industri vulkanisir ban melalui program pembinaan. “Untuk pabrik skala perumahan, bisa menerapkan melalui program inti plasma atau bapak angkat antara industri besar dengan industri kecil,” jelas Tjutju.

Selanjutnya, Apvubindo mendorong pemanfaatan serbuk ban atau limbah produksi dari industri ban. “Serbuk ini bisa digunakan sebagai bahan pembuatan conblock, lantai karet, aspal karet, karpet mobil, hingga produk kerajinan,” imbuhnya.

Bahkan, Tjutju mengungkapkan, pihaknya ikut berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi mampu menghadapi Industri 4.0.

“Kami punya program peningkatan kualitas SDM serta training tentang teknologi informasi, teknologi vulkanisir ban, dan manajemen tire," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini