News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Minim Sentimen, Rupiah Hari Ini Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivitas penukaran uang asing di money changer PT Ayu Masagung, Jakarta.

Laporan Reporter Tribunnews, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (18/4/2018) diprediksi kembali melanjutkan pelemahan. Kembali melemahnya mata uang garuda lantaran masih minimnya sentimen positif dari dalam negeri.

Melansir Bloomberg, pagi ini rupiah melemah ke level Rp 13.773 per dolar AS dari posisi sebelumnya yang bertahan di Rp 13.766 per dolar AS.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, minimnya sentimen positif dari dalam negeri terkait makroekonomi dan moneter serta mulai meningkatnya laju dolar AS dapat menghambat potensi kenaikan lanjutan pada rupiah.

“Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support Rp 13.767 dan resisten Rp 13.754 per dolar AS,” kata dia.

Sebelumnya laju rupiah mampu bertahan dari perkiraan pelemahan sebelumnya.

Baca: Jokowi Yakin, Ekonomi RI 2030 Akan Masuk 10 Besar, Kalau Ada yang Ngajak Pesimis, Jangan Mau

Baca: Operator Seluler Akan Blokir Nomor Seluler Prabayar yang Registrasinya Tak Sah

Meski dari dalam negeri terdapat sejumlah sentimen seperti pertumbuhan kredit perbankan di kuartal I 2018 yang lebih rendah dari kuartal IV 2017 lalu, hingga dikeluarkannya sejumlah proyek strategis pemerintah dari daftar pembangunan infrastruktur namun, tidak membuat laju rupiah melemah.

Namun demikian, kata dia, kenaikan ini tertahan dengan pergerakan positif dolar AS setelah merespons mulai meredanya ketegangan di Suriah hingga meredanya sentimen potensi perang dagang AS-China.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere berpendapat, money outflow diprediksi akan masih terus berlangsung dan rupiah masih akan berada di bawah tekanan berhubungan dengan suku bunga di AS yang masih akan naik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini