News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.358 per Dolar AS

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja tengah mencoba televisi untuk dijual kepada konsumen di salah satu Toko Elektronik Pasar Benhil, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2013). Toko-toko elektronik bersiap menaikkan harga dagangannya. Harga barang elektronik di pasaran akan mengalami kenaikan sebesar 10 persen, akibat dampak dari melemahnya nilai kurs rupiah. Terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada sekitar Rp 11.200 per dolar. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Posisi kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, menguat ke posisi Rp 14.358 per dolar AS.

Mengacu pada data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kemarin Rupiah melemah ke posisi Rp 14.435 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomerg, sore ini Rupiah berada di posisi Rp 14.378 per dolar AS.

Bloomberg mencatat, hari ini pergerakan Rupiah ditransaksikan di level Rp 14.353 hingga Rp 14.383 per dolar AS. Sementara, pelemahan Rupiah sejak awal tahun tercatat sebesar 6,07 persen.

Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, hari ini Rupiah berada di posisi 14.380 per dolar AS. Day range Rupiah, berada di kisaran Rp 14.333 hingga Rp 14.381 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam kondisi yang relatif stabil. Bank sentral telah menempuh kebijakan menaikkan suku bunga acuan maupun intervensi di pasar untuk menstabilkan kurs Rupiah.

“Nilai tukar relatif stabil cenderung menguat. BI akan terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi khususnya stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry Warjiyo di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Baca: Viral, Polisi Lakukan Tindak Kekerasan pada Perempuan

Kebijakan BI dinilainya menimbulkan kepercayaan pelaku pasar untuk berinvestasi di Indonesia, hal itu terlihat dari derasnya arus modal masuk (capital inflow) sebesar Rp 7,1 triliun pada periode 2 hingga 17 Juli 2018.

Seperti diketahui, sejak akhir Mei 2018 lalu, bank sentral telah mengerek suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak tiga kali dengan total 100 basis poin dari 4,25 menjadi 5,25 persen.

“Berbagai kebijakan yang kita tempuh menimbulkan suatu confident di pasar,” jelas Perry.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini