News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kekayaan Bos Facebook Melorot 15 Miliar Dolar AS

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEO Facebook Mark Zuckerberg



Laporan Reporter Kontan, Nina Dwiantika

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA -  Mark Zuckerberg harus berlapang dada. Harta kekayaan Zuckerberg raib lebih dari senilai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 216 triliun setelah saham Facebook Inc ambruk 24% pada penutupan bursa (26/7/2018).

Akibatnya, Zuckerberg terdepak dari posisi tiga besar sebagai orang terkaya dunia. Posisi Zuckerberg digantikan oleh Warren Buffett dengan kekayaan sebesar US$ 82,5 miliar.

Bloomberg pada Jumat (27/7) melaporkan, kekayaan pendiri Facebook ini menyusut hampir US$ 15 miliar menjadi US$ 70,6 miliar, dari posisi US$ 85,3 miliar pada Rabu lalu.

Sedangkan, Jeff Bezos dari Amazon dan Bill Gates dari Microsoft belum bergeser dari posisi puncak.

Saham Facebook anjlok karena media sosial ini mendapat rapor merah pada kinerja kuartal kedua. Dus, kapitalisasi pasar Facebook amblas sebesar US$ 150 miliar, 

Baca: KPU Gampang Anulir Pengurus Partai yang Daftar Jadi Anggota DPD‎

Perusahaan yang bermarkas di Menlo Park ini mencatat margin operasi turun 44% di kuartal kedua dari posisi sebelumnya 47% di tahun lalu. "

Selama beberapa tahun ke depan, kami akan mengantisipasi, margin operasi akan tumbuh pertengahan 30%," kata Wehner, mengutip laporan Reuters, (26/7/2018).

Usut punya usut penyebab penurunan margin karena Facebook mengeluarkan biaya sebesar US$ 7,4 miliar atau naik 50% untuk keamanan dan privasi.

Belakangan ini, Facebook mendapat ancaman kebijakan privasi.

Alhasil, pengguna baru Facebook hanya tumbuh 11% di kuartal kedua dari posisi pertumbuhan 13% di kuartal pertama. Karena kekhawatiran atas keamanan.

Sebelumnya, Zuckerberg telah menjual lebih dari US$ 2,6 miliar saham, sejak Facebook melaporkan pendapatan kuartal pertama di April lalu. Zuckerberg mengatakan, bongkar pasang saham untuk mendanai filantropi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini