News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Indef: Hanya 5,02 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Tak Mencapai Target

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 hanya 5,02 persen atau tidak mencapai target 5,3 persen.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin terkait perekonomian.

"Target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dalam 100 hari tidak tercapai, hanya mamou tumbuh 5,02 persen. Bagi kami ini banyak hal yang harus diperbaiki," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Baca: Diselimuti Awan Gelap, Indef Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8 Persen pada 2020

Baca: Indef Ramal Shortfall Pajak Rp 196,8 Triliun, Defisit Bisa Tembus 2,8 Persen pada 2020

Tauhid menjelaskan, banyak koreksi terhadap perekonomian, di antaranya pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun jadi 4,97 persen pada kuartal IV 2019 dari perkiraan di atas 5 persen.

Kedua, turunnya pertumbuhan konsumsi pemerintah dari 4,5 persen menjadi 3,5 persen akibat tidak tepat sasaran, sehingga target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen gagal tercapai.

"Tidak tepat sasaran dorong perekonomian. Padahal konsumsi pemerintah bisa jadi fundamental dorong ekonomi sampai 5,3 persen," kata Tauhid.

Ketiga, lanjutnya, sektor industri yang biasanya mendongkrak ekonomi malah jauh dari harapan hanya tumbuh 3,5 persen dari taget 4,5 persen.

"Padahal sektor industri pegang kontribusi penting yakni 19 persen hingga 20 persen terhadap PDB. Kita harus keluar dari jebakan deindustrialisasi," pungkas Tauhid.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini