News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Manfaat Program PEN Mulai Dirasakan Pelaku Usaha Mikro

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja merapikan cetakan kerupuk di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembuatan kerupuk di kawasan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2020). Pemerintah menyalurkan anggaran program pemulihan ekonomi nasional untuk koperasi dan UMKM, per 21 Juli 2020, mencapai Rp 11,84 triliun. Angka itu 9,59 persen dari total dana yang dianggarkan untuk koperasi dan UMKM sebesar Rp 123,46 triliun. Tribunnews/Jeprima

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku usaha mikro mulai merasakan manfaat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Bank BRI.

Satu di antara debitur mikro Bank BRI Ujang Mulyana mengaku usaha kecil-kecilan miliknya sudah mulai bergerak lagi setelah mendapat tambahan modal.

Baca: Perluas Pasar, UMKM Sektor Ekonomi Kreatif Didorong Manfaatkan Teknologi

Baca: Program Satgas PEN Untuk Bantu UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Ujang yang memiliki usaha warung sembako, pecel ayam, dan kantin sekolah mengaku, sejak wabah virus Covid-19 usahanya menukik tajam karena adanya PSBB.

"Alhamdulilah, di Bank BRI saya diterima baik dan diarahkan untuk mendapat produk bantuan tambahan modal melalui Kumpedes Bangkit", kata Ujang pada acara update PEN KUMKM di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (29/7/2020).

Dengan tambahan modal sebesar Rp 25 juta, usaha Ujang pun perlahan mulai bergerak lagi.

"Yang belum jalan lagi adalah usaha kantin saya di sekolah, karena sekolah masih ditutup," tukas Ujang.

Hal serupa dialami Slamet, perajin tempe warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Usaha tempe saya drop drastis karena para pelanggan saya banyak yang pulang kampung karena Covid-19. Mayoritas pelanggan saya pedagang warung makan", ucap Slamet yang sudah memproduksi tempe selama 10 tahun.

Saat usaha meningkat, Slamet pernah mendapat KUR Mikro dari Bank BRI sebesar Rp25 juta.

"Namun, sejak Maret 2020 usaha saya mulai lesu", ujar Slamet.

Ketika iklim usaha pada Juli 2020 mulai bergerak, Slamet pun mendapat tambahan modal dari Bank BRI sebesar Rp 35 juta, bagian dari program stimulus dari pemerintah.

"Saya sangat terbantu, karena tambahan modal tersebut saya pakai untuk membeli bahan baku kedelai", kata Slamet.

Sementara itu, Kepala Divisi Bisnis Mikro Bank BRI Made Antara Jaya menjelaskan pihaknya sudah melakukan survei lapangan mengenai debitur (khususnya KUR Mikro) yang masih berjalan pada periode April-Mei 2020 namun kekurangan modal.

"Untuk itu, Bank BRI hadir dengan tujuan jangan sampai usaha mereka yang masih memiliki prospek bagus menjadi tenggelam," jelas Made.

Di Bank BRI, lanjut Made, ada produk yang dinamakan Kumpedes Bangkit, dengan maksimal kredit Rp 25 juta, atau 20 persen dari plafon kredit yang sudah didapat sebelumnya.

"Ibaratnya, mereka sudah memiliki piring, gelas, dan sendok, Bank BRI menambah dagingnya untuk diolah", papar Made.

Bank BRI sudah melakukan program restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 di mana per Juni 2020 sudah menyalurkan sebesar Rp 176,01 miliar, atau 26 persen dari total portofolio.

Total debitur yang menerima manfaat sebanyak 2,8 juta pelaku usaha.

Rinciannya, untuk usaha mikro sebanyak 1,39 juta orang dengan outstanding Rp 64 triliun.

Sementara untuk yang KUR (ritel dan kecil) sebanyak 1,371 juta orang dengan outstanding Rp 24,3 triliun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini